Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 11.51 WIB

Berusia Hampir 40 Tahun, Semua Umat Bisa Bertapa

Suasana di Pertapaan Karmel - Image

Suasana di Pertapaan Karmel

JawaPos.com- Kabupaten Malang memiliki salah satu pertapaan berusia cukup tua. Hampir 40 tahun. Namanya Pertapaan Karmel. Bagaimana kedamaian di sana?


Suasana tenang, nyaman, dingin khas udara pegunungan seketika menyergap JawaPos.com, saat berkunjung ke Pertapaan Karmel, Ngadireso, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Senin (24/12).


Deretan pohon pinus dan pepohonan hijau lainnya berderet rapi, seolah menyambut kedatangan tamu. Saat itu, tamu lebih banyak datang. Mereka adalah para umat yang akan mengikuti paket Natal bersama dengan keluarga.


Mobil yang mereka tunggangi didominasi dengan plat dari luar kota. Misalnya saja Surabaya, Pasuruan, Probolinggo bahkan Bali.


"Kami dari Surabaya, macet tujuh jam. Tapi ingin ikut paket ibadah Natal di sini," kata Hendri, kepada JawaPos.com.


Suasana pertapaan yang juga dikenal dengan nama Gua Maria ini sangat tenang. Kicauan burung masih bisa terdengar dengan jelas. Sejauh mata memandang, terlihat pemandangan hijau, hamparan sawah bahkan gugusan pegunungan yang tegas melintang.


Bahkan di pohon-pohon, terlihat jelas tupai yang berlari lincah diantara ranting pohon. Ah, suasana tenang dan nyaman ini membuat hati damai.


JawaPos.com sempat berbincang sebentar dengan Pimpinan Umum Pertapaan Karmel Suster Maria Petra P.Karm. Perbincangan dengan Suster Petra terjedah, karena perempuan asal Attambua itu harus melakukan ibadah di Kapel St Yohanes Salib.


"Silahkan jalan-jalan saja dulu ya, saya mau ibadah dahulu," kata Suster Petra dengan ramah yang langsung disambut oleh saya.


JawaPos.com menuju Gua Maria. Kabarnya, ada dua gua yang dimaksud di pertapaan seluas 10 hektar ini. Gua pertama di belakang kompleks. Kemudian, gua berikutnya di dalam kompleks.


JawaPos.com hanya mengikuti penunjuk jalan tak jauh dari kapel. Salah satunya, ditunjukkan ke Gua Maria.


Ada gerbang dengan ukuran tidak begitu besar dipenuhi dengan tanaman hijau yang menyejukkan mata. Terdapat batu bertuliskan 'Taman Meditasi, Gua Maria dan Jalan Salib'.


Begitu masuk, suasana tak kalah nyaman dan asri tersaji. Rumput terpangkas rapi, pohon-pohon berukuran besar menanungi kepala dengan rindang, batu setapak seolah menunjukkan arah agar tak tersesat.


Sampai di Gua Maria, akan tersaji pemandangan classy. Mengingatkan dengan zaman Romawi kuno. Pasalnya, ada undakan batu yang membentuk setengah lingkaran. Seperti colosseum.


Tepat di depan undakan batu setengah lingkaran itu, terdapat kolam kecil berisi teratai warna putih dilengkapi dengan ikan-ikan kecil. Di dekatnya ada kran air yang berasal dari sumber.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore