
PANUTAN. Glenn Nirwan saat menuturkan kiat suksesnya kepada wartawan Kaltim Post.
JawaPos.com - Diragukan, perasaan itu sebagian besar dialami oleh pemimpin muda di Indonesia. Meski begitu, Glenn Nirwan tak mau berkecil hati atau pesimistis. Pandangan ragu masyarakat tentang kemampuan pemimpin muda justru menjadi sebuah tantangan bagi putra dari Roy Nirwan dan Ida Royani tersebut.
Presiden Direktur PT Balikpapan Ready Mix (BRM) Pile itu tak memungkiri hingga kini masih ada saja orang yang memiliki pemikiran tersebut. Di mana, usia dianggap menjadi faktor utama seseorang dapat menjadi pemimpin. Bagaimana pun pola pikir itu sudah tertanam.
"Memang butuh waktu, komunikasi, dan bukti kalau kita bisa berdedikasi dan melakukan pengembangan lebih baik di perusahaan," ucapnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Minggu (9/12).
Apalagi Glenn memang lama tidak berada di kota kelahirannya, Balikpapan. Sedari 2005-2014, anak kedua dari tiga bersaudara ini berdomisili di Australia untuk menuntut ilmu. Sehingga ketika ingin bergabung dalam perusahaan, dia harus kembali mengenali kondisi ekonomi daerah.
Bahkan untuk menambah pengetahuannya, pemuda yang belum genap 30 tahun itu, rela kembali ke Negeri Kanguru sekitar 2015. Dia mengambil kursus selama setahun dalam bidang manajemen perusahaan di Queensland University of Technology. Glenn bercerita, pengalamannya masih kurang untuk memegang perusahaan sekaliber BRM Pile.
"Saya merasa tanggung jawab ini besar, ada ribuan karyawan. Setiap keputusan yang saya ambil akan memengaruhi mereka," ucapnya.
Dia tak mau sampai membuat keputusan gegabah. Sebab satu kesalahan kecil saja bisa fatal. Maka dari itu, Glenn merasa harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup.
Menurutnya lebih baik waktu selama satu tahun digunakan belajar dan mematangkan diri. Sebelum benar-benar memimpin perusahaan yang berdiri 10 tahun silam tersebut.
Setelah mantap dengan ilmunya, Glenn kembali ke Tanah Air. Dia pernah menjabat sebagai wakil direktur pada 2016. Kemudian resmi menjadi presiden direktur, 2017.
Selama berada di Australia, ada banyak pelajaran kepemimpinan yang dia dapat dan ingin adopsi dalam perusahaannya. Contohnya sikap profesionalitas tinggi yang diterapkan pada sistem kerja di Australia.
Tidak ada yang namanya karyawan harus lembur dan kerja over time. Sisi profesionalisme tersebut sudah ditunjukkan dari pemimpin.
"Pemimpin jangan hanya menyuruh karyawan, tapi memberi contoh. Seharusnya karyawan juga memberikan feedback. Jadi lead by example, bukan lead by comment," jelasnya.
Ketika pemimpin tidak ada atau absen, perusahaan bisa tidak jalan karena mereka hanya menunggu perintah.
Namun apabila pemimpin biasa menerapkan lead by example, tanpa ada supervisi atau perintah pun karyawan tetap bekerja dan mengerti tugasnya. Tips yang tak kalah penting lainnya, Glenn mengatakan, setiap karyawan perusahaan sebenarnya memiliki peran sebagai marketing. Baik statusnya satpam, office boy, admin, dan sebagainya.
Mereka akan menjadi perwakilan atau representatif perusahaan. "Karena mereka setiap hari bertemu dengan masyarakat. Mereka yang mewakili dan menjelaskan tentang perusahaan. Sehingga setiap karyawan harus dibekali pengetahuan tentang perusahaan," pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
