
Pohon tumbang di Kota Bandung
JawaPos.com - Wilayah Jawa Barat sudah memasuki musim hujan termasuk kawasan Bandung Raya. Banjir, longsor, angin puting beliung hingga pohon tumbang pun menjadi peristiwa yang tak terhindarkan.
Terlebih Kota Bandung dalam dua pekan ini terus diguyur hujan deras dan angin kencang. Genangan air tersebar di beberapa titik yang memang setiap musim hujan selalu terjadi. Hujan yang terjadi pada Kamis (22/11) kemarin pun membuat sejumlah pohon tumbang diantaranya di Jalan Sukajadi, Jalan Cigadung, dan Jalan Soekarno Hatta Bandung.
Kepala Bidang Pertamanan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Iwan Sugiono mengatakan, pohon di sekitar Jalan Sukajadi memang dalam keadaan keropos dan ranting mudah patah.
Sedangkan Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Cipaganti terdapat banyak pohon dengan ukuran besar. Meski relatif kuta namun karena angin yang cukup kencang sehingga ranting pun mudah patah.
"Pohon sudah keropos dan ranting mudah patah. Jalan Soekarno Hatta riskan sedangkan Jalan Cipaganti itu pohon besar juga realtif kuat tapi patah ranting itu kita waspadai," kata Iwan kepada JawaPos.com, Jumat (23/11).
Sebelumnya, Iwan mengaku telah melakukan antisipasi dengan penopingan pohon di beberapa lokasi. Mengingat pohon rindang di Kota Bandung cukup banyak.
Maka dari itu, pihak Pemerintah Kota Bandung mengimbau kepada seluruh warga terkhusus pengendara untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan. Karena cuaca sedang tidak baik.
"Musim hujan kan kadang orang banyak di bawah pohon (neduh) dan khawatir ada sambaran petir (pohon yang lebih tinggi). Sehingga bisa berakibat dahan mudah patah," ujarnya.
Pihaknya meminta agar masyarakat menghindari beberapa ruas jalan yang sudah diimbau saat cuaca sedang tidak baik. "Kalau bisa di hindari, masyarakat juga jangan melukai pohon dan akar, karena bisa membuat busuk akar dan pohon tidak kuat menahan," tuturnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Arief Prasetya mengatakan sejumlah ruas jalan Kota Bandung digenangi air dengan ketinggian rata-rata 30 sentimeter. Diantaranya Jalan Soekarno Hatta, Gedebage, Jalan Dago, Jalan Kiaracondong, dan lainnya.
"Penyebab banjir, tidak menampungnya saluran drainase sehingga meluap ke jalan," ucap Arief.
Pemkot telah melakukan berbagai upaya secara bertahap dalam mengantisipasi bencana seperti banjir. Salah satunya dengan membangun kolam retensi untuk menampung dikala air datang.
Menurut Eded, 45 seorang penjual buah di Pasar Gedebage Bandung mengaku banjir selalu datang setiap musim hujan. Namun saat ini tinggi genangan tidak terlalu tinggi juga cepat surut karena adanya kolam retensi.
"Banjir mah rutin. Ini banjir kiriman dari Ujungberung tapi tidak terlalu tinggi dan cepat surut, paling dua jam juga sudah surut," ungkap Eded di Pasar Gedebage, Bandung, Kamis (22/11) kemarin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
