Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 November 2018 | 01.33 WIB

Ternyata Kata-kata Ini Pemicu Haris Bunuh Satu Keluarga Secara Sadis

Kata-kata Diperum penyebab Haris bunuh satu keluarga - Image

Kata-kata Diperum penyebab Haris bunuh satu keluarga

JawaPos.com - Prarekonstruksi kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, digelar di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/11). Dalam prarekonstruksi, terlihat beberapa adegan yang memicu tersangka HS membunuh satu keluarga tersebut.


Seperti yang dikatakan oleh Kanit I Resmob Polda Metro Jaya Kompol Malvino, kejadian dipicu pada adegan ketiga. Saat itu korban dengan tersangka tengah mengobrol. Namun ada kata-kata korban yang membuat tersangka sakit hati.


"Pada saat ngobrol, terdapat kata-kata yang tidak menyenangkan dari korban Diperum Nainggolan," kata Malvino pada wartawan, Senin (19/11).


Dari percakapan itu, diketahui bahwa Dauglas, yang merupakan kakak Diperum, tidak menyukai jika tersangka HS menginap di rumah korban. Perdebatan pun dimulai saat korban menanyakan Haris akan menginap atau tidak.


Hingga sampai ke adegan keenam yang diperagakan tersangka HS, ternyata itu menjadi awal mula terjadinya tragedi pembunuhan sadis yang dilakukan HS secara sadar dan amarah yang meluap.


"Diperum berkata pada HS dengan menggunakan bahasa Batak, yang artinya 'Kamu tidur di belakang saja, kayak sampah kamu'," tutur Malvino.


Akibat perkataan tersebut membuat Haris menjadi kesal, dan dengan emosi yang meledak-ledak pelaku akhirnya berniat mengabisi satu keluarga tersebut.  


"Setelah kata-kata itu, HS menjadi emosi. HS mulai berpikir membunuh korban dengan linggis yang pernah dilihatnya di dapur," ungkapnya.


Saat kedua korban Diperum Nainggolan dan Maya Ambarita sedang tertidur, HS memulai aksinya dengan memukul kepala korban hingga tidak sadarkan diri. Tersangka menikam menggunakan ujung linggis yang tajam ke leher kedua korban sebanyak 3 kali hingga tewas bersimbah darah.


Tidak berhenti sampai di situ, Haris juga menghabisi nyawa kedua anak korban dengan mencekik leher Sarah Nainggolan, 9; Arya Nainggolan, 7, hingga mengembuskan naas terakhirnya.


Dalam prarekonstruksi hanya diperagakan sebagian adegan. Total ada 35 adegan yang diperagakan dari total 57 adegan secara keseluruhan. Rencananya rekonstruksi akan digelar pada Rabu (21/11) mendatang.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore