
Menggunung: Tanggul Lumpur Panas Sidoarjo tampak menggunung dibandingkan area sekitarnya pada Sabtu (21/10). (Bpy Slamet/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sudah 12 tahun sejak lumpur menyembur dari Porong, Sidoarjo. Sampai sekarang masih menyembur. Sebelumnya diperkirakan berlangsung hingga 31 tahun. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa umur lumpur Lapindo bisa lebih dari itu.
---
SEPTEMBER lalu tim ahli geologi beberapa kampus di Eropa menemukan fakta baru. Yakni, kawah gunung lumpur Lapindo tersambung dengan kompleks vulkanis Arjuna-Welirang yang berjarak 30 kilometer di barat daya.
Tim ahli tersebut berasal dari ETH Zurich; University of Geneva, Swiss; Universite De Fribourgh, Swiss; dan University of Oslo, Norwegia.
Selain itu, para ahli geologi dan tim dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) menemukan bahwa semburan lumpur dan Arjuna-Welirang dihubungkan sesar Watukosek yang membentang dari Mojokerto sampai Surabaya. "Setelah tahu koneksi ini, para ahli tidak lagi bisa memprediksikan umur lumpur," ujar Staf Ahli Perencanaan PPLS Alwi Husein.
Para ahli merekam aktivitas seismik yang terjadi di sekitar sesar Watukosek. Alwi menyebutkan, aktivitas sesar sangat memengaruhi kondisi kawah lumpur. Ketika terjadi aktivitas seismik, baik itu dari pergerakan sesar maupun aktivitas gunung berapi, suhu lumpur yang disemburkan cenderung naik.
Alwi paling ingat, saat gempa 6,2 skala Richter (SR) mengguncang Malang pada 2016, suhu lumpur tiba-tiba naik. Pada kondisi normal, suhu lumpur biasanya berkisar 45 hingga 55 derajat Celsius. Namun saat itu naik hingga 79 derajat Celsius. "Terutama jika aktivitas gempanya dangkal dan kurang dari 10 kilometer," ucapnya.
Alwi menyebutkan, ada proses input-an dari jaringan vulkanis Arjuna-Welirang-Penanggungan pada aktivitas lusi. Meskipun sampai hari ini belum terlalu diketahui detail apa hubungan dua kompleks gunung itu. Yang jelas, kata Alwi, untuk menyemburkan lumpur dengan debit setara 1 juta pompa air submersible itu, dibutuhkan energi tekanan yang besar dari bawah bumi.
Setelah 12 tahun lumpur menyembur, suhu memang turun, tapi debit dan kekuatan semburan masih berkisar 90 ribu meter kubik. Belum jauh dari semburan pada tahun-tahun awal lusi yang mencapai 100 ribu meter kubik.
Kenaikan suhu lumpur, kata Alwi, juga menegaskan indikasi adanya hubungan aktivitas vulkanis gunung api dengan lusi. "Suhu juga naik ketika ada letusan gunung api. Saat Kelud meletus pada 2014, suhu naik jadi 69 derajat Celsius," jelas Alwi.
Alwi menjelaskan, meski demikian, PPLS belum menemukan tanda-tanda pergerakan geologis yang membahayakan bangunan dan permukiman di sekitar Sidoarjo. Gerakan seismik yang terjadi sejauh ini terletak jauh di kedalaman. "Sumber air lumpur Lapindo juga terdeteksi jauh di lapisan mantel, jauh di bawah formasi Ngimbang," jelas Alwi.
Meski demikian, hasil dari semburan lumpur selama 12 tahun tak dimungkiri juga mengakibatkan penurunan tanah karena banyaknya material yang dimuntahkan ke permukaan. PPLS mencatat, lokasi di sepanjang tanggul sisi barat, tepatnya di Desa Siring dan Jatirejo, adalah titik terlemah.
Penurunan di lokasi itu lebih cepat daripada yang lain. Yakni, hingga 4 sentimeter per bulan. Dengan kecepatan tertinggi hingga 0,5 meter per tahun. Sementara itu, penurunan di daerah lain hanya tercatat 1,5 hingga 2 sentimeter per bulan.
Ahli geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo mengatakan, tanah di kawasan sekitar tanggul memang tidak stabil. Lumpur yang muntah dari perut bumi mengakibatkan permukaan tanah terus turun. Dari catatan Amien, setiap tahun penurunan tanah mencapai 2 sentimeter. "Penurunan tanah paling besar di exit toll Porong," jelasnya.
Amien menambahkan, lokasi itu merupakan titik terendah karena berdekatan dengan semburan. Salah satu bukti penurunan tanah adalah banjir. "Setiap tahun wilayah itu kan selalu tergenang banjir," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
