
Vita terbaring lemah saat dirawat di Puskesmas Sungai Pinyuh, Selasa (2/10).
JawaPos.com - Nasib apes tengah dialami dua gadis asal Entikong, Kabupaten Sanggau. Keduanya yakni Lifa, 18, dan Vita, 22. Mereka mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman palu berkali-kali yang dilakukan temannya sendiri, Mr alias Ari. Penganiayaan ini terjadi di tempat kerjanya di Komplek Mitra Indah, Jalan Jurusan Anjungan, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Selasa (2/10).
Akibat hantaman palu tersebut, kedua korban harus menjalani perawatan di Puskesmas Sungai Pinyuh, Mempawah. Saat ditemui sejumlah awak media, Vita masih menerima perawatan dari para perawat di Puskesmas. Kepalanya masih dibalut perban karena sempat mengalami pendarahan hebat.
Disela-sela perawatan, Vita menjelaskan kronologis penganiayaan yang dialaminya bersama Lifa. "Dia (Ari) ini belum lama kami kenal. Kenalnya dari kawan, bukan dari media sosial. Memang sudah beberapa kali ketemu, ngumpul ramai-ramai sama kawan, biasanya dia baik,” ungkapnya sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (4/10).
Namun tak disangka, ketika Ari menjumpainya di tempat kerjanya, ia mendapatkan perlakuan kasar dari Ari yang tiba-tiba emosi. "Saat itu, saya ke toilet. Begitu keluar, dia semacam menunggu saya di depan pintu sambil membawa palu," terangnya.
Tiba-tiba, lanjut Vita, palu tersebut dihantamkan ke kepalanya oleh Ari. "Berkali-kali secara membabi buta,” ungkapnya.
Mendapat penganiayaan itu, Vita berusaha melarikan diri dari amukan pelaku. Ketika dirinya meminta tolong, temannya yang bernama Lifa datang. Bukannya berhenti mengamuk, Ari juga memukul Lifa menggunakan palu itu. "Dia mengejar dan menarik badan saya. Dia memukul kepala saya dengan palu berulang kali," kisah Lifa.
Tak lama berselang, Lifa dan Vita berhasil keluar dari amukan Ari dengan berlumuran darah. Mereka kemudian meminta pertolongan dengan warga. "Namun dia (pelaku) pergi entah kemana,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Sungai Pinyuh Kompol Sunaryo mengaku telah menerima laporan terkait penganiayaan yang dialami kedua korban ini. “Saat menerima informasi, saya telah menugaskan seluruh personel dan jajaran kepolisian guna mengejar pelaku penganiayaan tersebut,” tegasnya.
Dia mengatakan, anggota Polses Mempawah saat ini telah menuju lokasi yang disinyalir menjadi tujuan si pelaku melarikan diri. “Saya sudah kerahkan untuk menangani kasus ini, minta bantu doa agar pelaku bisa cepat ditangkap,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
