Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 September 2018 | 23.15 WIB

Bromo Marathon Dimeriahkan Peserta dari 31 Negara

Ilustrasi marathon - Image

Ilustrasi marathon

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bromo Plataran Indonesia, menggelar Bromo Marathon di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tohsari, Pasuruan, Minggu (23/8). Sebanyak 1.650 peserta dari 31 negara ikut berpartisipasi dalam event olah raga itu.


Para peserta Bromo Marathon dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori 10 km; 21 km dan 42 km. Ribuan, wisatawan dan masyarakat sekitar pun memadati venue di sekitar Hotel Plataran Bromo.


Ada yang menunggui lalu menyemangati para pelari saat berusaha mencapai garis finish dan ada yang menikmati pemandangan alam. Banyak juga masyarakat yang menonton pentas seni dan budaya yang digelar di pelataran depan hotel.


CEO Plataran Bromo Indonesia, Yozua Makes mengatakan, ada yang berbeda pada pagelaran maraton kali ini. Katanya, pentas seni musik dan tari tradisional khas Jawa timur itu baru kali pertama digelar dalam rangka memeriahkan Bromo Marathon.


"Saya sengaja membuat Bromo lebih sekedar destinasi wisata hiking. Orang ke Bromo, lihat pemandangan, selesai. Bukan seperti itu. Saya buat sesuatu yang lebih menarik," kata Yozua di Hotel Plataran Bromo, Minggu (23/9).


Ada alasan dibalik gelar hiburan yang mengemas acara maraton tersebut. Menurutnya, perlu ada keterlibatan masyarakat dan wisatawan umum pada gelar maratonnya.


Selain itu, pagelaran hiburan berupa seni budaya itu juga bertujuan mendongkrak popularitas masyarakat Tengger. Yozua menganggap, kebudayaan Tengger belum sepenuhnya dipopulerkan.


"Nggak banyak orang tahu tentang masyarakat Tengger dan kebudayaan. Padahal, tourism itu adalah keterkaitan antara masyarakat sekitar dan wilayah Bromo sendiri. Sehingga, masyarakat dan wisatawan bersama dapat memikmati kebudayaan setempat," kata Yozua.


Ditanya soal dampak kebakaran di bukit Teletubbies, Yozua mengaku musibah itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang memadati venue Bromo Marathon. Alasannya, lokasi bukit itu agak jauh dari hotel Plataran Bromo.


Meski demikian, dirinya optimis dengan prospek wisata di bukit Teletubbies. Dia juga yakin mampu memberdayakan masyarakat akan potensi bencana alam, seperti kebakaran yang setiap saat daapt terjadi.


"Tidak berdampak. Saya malah bikin paket di breakfast dengan tenda di bukit Teletubbies. Itu marketnya internasional. Meski, namanya alam, ada saja musibah yang menimpa. Tapi, ada masyarakat sekitar yang juga berperan aktif menjaga lingkungan di bukit Teletubbies," tegasnya.


Oleh karenanya, Yozua berharap pihaknya dapat menyelenggarakan event serupa untuk kali ketujuh. Dia mengaku sudah mempersiapkan kemasan acara yang lebih berbeda dan menarik.


Sementara itu, terkait acaranya sendiri, tidak hanya ada marathon dan pentas seni budaya. Ada juga kontes mobil jeep, beberapa stand makanan dan minuman, dan penampilan dari Andra and The Backbone.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore