
Ilustrasi marathon
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bromo Plataran Indonesia, menggelar Bromo Marathon di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tohsari, Pasuruan, Minggu (23/8). Sebanyak 1.650 peserta dari 31 negara ikut berpartisipasi dalam event olah raga itu.
Para peserta Bromo Marathon dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori 10 km; 21 km dan 42 km. Ribuan, wisatawan dan masyarakat sekitar pun memadati venue di sekitar Hotel Plataran Bromo.
Ada yang menunggui lalu menyemangati para pelari saat berusaha mencapai garis finish dan ada yang menikmati pemandangan alam. Banyak juga masyarakat yang menonton pentas seni dan budaya yang digelar di pelataran depan hotel.
CEO Plataran Bromo Indonesia, Yozua Makes mengatakan, ada yang berbeda pada pagelaran maraton kali ini. Katanya, pentas seni musik dan tari tradisional khas Jawa timur itu baru kali pertama digelar dalam rangka memeriahkan Bromo Marathon.
"Saya sengaja membuat Bromo lebih sekedar destinasi wisata hiking. Orang ke Bromo, lihat pemandangan, selesai. Bukan seperti itu. Saya buat sesuatu yang lebih menarik," kata Yozua di Hotel Plataran Bromo, Minggu (23/9).
Ada alasan dibalik gelar hiburan yang mengemas acara maraton tersebut. Menurutnya, perlu ada keterlibatan masyarakat dan wisatawan umum pada gelar maratonnya.
Selain itu, pagelaran hiburan berupa seni budaya itu juga bertujuan mendongkrak popularitas masyarakat Tengger. Yozua menganggap, kebudayaan Tengger belum sepenuhnya dipopulerkan.
"Nggak banyak orang tahu tentang masyarakat Tengger dan kebudayaan. Padahal, tourism itu adalah keterkaitan antara masyarakat sekitar dan wilayah Bromo sendiri. Sehingga, masyarakat dan wisatawan bersama dapat memikmati kebudayaan setempat," kata Yozua.
Ditanya soal dampak kebakaran di bukit Teletubbies, Yozua mengaku musibah itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang memadati venue Bromo Marathon. Alasannya, lokasi bukit itu agak jauh dari hotel Plataran Bromo.
Meski demikian, dirinya optimis dengan prospek wisata di bukit Teletubbies. Dia juga yakin mampu memberdayakan masyarakat akan potensi bencana alam, seperti kebakaran yang setiap saat daapt terjadi.
"Tidak berdampak. Saya malah bikin paket di breakfast dengan tenda di bukit Teletubbies. Itu marketnya internasional. Meski, namanya alam, ada saja musibah yang menimpa. Tapi, ada masyarakat sekitar yang juga berperan aktif menjaga lingkungan di bukit Teletubbies," tegasnya.
Oleh karenanya, Yozua berharap pihaknya dapat menyelenggarakan event serupa untuk kali ketujuh. Dia mengaku sudah mempersiapkan kemasan acara yang lebih berbeda dan menarik.
Sementara itu, terkait acaranya sendiri, tidak hanya ada marathon dan pentas seni budaya. Ada juga kontes mobil jeep, beberapa stand makanan dan minuman, dan penampilan dari Andra and The Backbone.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
