
PACUAN KUDA: Kuda Jokowi diperlombakan dalam ajang balap kuda di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Kamis (30/8).
JawaPos.com - Sejumlah pemuda di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar lomba pacuan kuda tradisional, Kamis (30/8). Puluhan kuda yang ikut dalam pacuan diperlombakan untuk mencari yang paling terbaik.
Satu dari puluhan ekor kuda yang diperlombakan menuai perhatian. Bagaimana tidak, salah seorang warga di kampung tersebut memberikan nama pada kuda jantan putih miliknya, Jokowi. Dipilihnya Jokowi sebagai nama kudanya dengan alasan sederhana.
"Alasannya saya kasih nama kuda ini Jokowi, karena kuda ini lahir, bertepatan waktu Jokowi jadi Presiden," jelas Saripuddin, pemilik Jokowi di sela-sela karnaval ajang balap kuda di Sibatua, Pangkep, Kamis (30/8).
Presiden Jokowi sendiri diketahui menjabat sebagai orang nomor 1 di Indonesia pada Maret 2014. Lahir bertepatan dengan masa jabatan pertama, kuda Jokowi saat ini tepat berusia 8 tahun. Sayangnya dalam perlombaan tersebut, kuda Jokowi tak lolos hingga babak final.
Kuda Jokowi kalah gesit dengan kuda milik peserta lainnya. Ketua panitia pelaksana, Muarif mengungkapkan, karnaval balap kuda ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat lokalitas dalam mempertahankan kearifan lokal masyarakat.
"Ini untuk membangkitkan kembali kita punya semangat, untuk jaga kita punya tradisi yang boleh dibilang pelan-pelan punah karena zaman serba canggih, digital sampai-sampai tradisi nenek moyang sudah hampir dilupa," terangnya.
Puluhan kuda yang dipelombakan sebagian besar merupakan kuda lokal. Kuda yang digunakan masyarakat kampung setempat yang biasanya digunakan untuk membantu meringankan beban warga dalam memuat hasil pangan dari kebun dan sawah.
"Seperti biasa gabah diangkat pakai kuda yang sudah dikasih masuk dalam karung, barang-barang biasa kalau kita dari pasar, hampir semua begitu," ucapnya.
Karnaval kali ini, adalah kali keduanya digelar setelah tahun 2017 lalu, masyarakat bersepakat dan menginisiasi untuk menggelar kembali.
Arena yang digunakan merupakan areal persawahan yang sudah mengering setelah tak lagi ditanami oleh para petani di musim kemarau ini. Balap kuda sendiri berlangsung sejak Rabu (29/8) dan akan berakhir pada Jumat (31/8) besok.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
