Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Agustus 2018 | 18.24 WIB

8 Sipir Lapas Makassar Diduga Konsumsi Obat Terlarang

Tes urine di Kantor Lapas Kelas 1A, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/8). - Image

Tes urine di Kantor Lapas Kelas 1A, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/8).

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan tes urine kepada 113 sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Makassar. Hasilnya, 8 orang di antaranya terindikasi mengonsumsi obat-obatan mengandung benzoat.


"Mereka terindikasi tapi bukan narkotika, tapi obat-obatan benzoat," terang Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sulsel Jamaluddin usai pemeriksaan di Kantor Lapas Kelas 1A, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/8).


Sebagai informasi, benzoat atau benzodiazepin memiliki kandungan penenang untuk mengatasi gangguan kecemasan, anti-stress, depresi, dan susah tidur. Kandungan benzo menekan sistem syaraf pusat. Penggunaan dalam waktu lama bisa membuat seseorang kecanduan.


Obat-obatan dengan kandungan benzoat pernah menjerat salah satu artis papan atas Indonesia. Yakni, Tora Sudiro. Aktor sekaligus komedian itu ditangkap polisi terkait kasus narkotika. Polisi saat itu menyebutkan bahwa Tora positif mengkonsumsi obat-obatan mengandung benzoat.


8 Sipir yang terindikasi menggunakan obat-obatan jenis benzoat, untuk sementara menjalani proses pemulihan kondisi fisik. "Mereka terindikasi mengonsumsi obat-obatan ini karena ada suatu penyakit. Misalnya ada yang lagi kemoterapi, penyakit gula. Jadi indikasinya itu ada diobat-obatannya," jelasnya.


Saat pemeriksaan, urine 8 sipir tersebut dipisahkan dari yang lainnya. BNNP bakal membawa hasil urine keseluruhan yang diambil untuk diperiksa kembali. Termasuk 8 orang yang terindikasi tersebut. "Zat obat-obatan ini tentu aditif. Mungkin itu tadi karena ada yang proses penyembuhan dengan penghilang rasa nyeri," ucapnya.


Tes urine sendiri di luar target yang dipatok BNNP, yakni sebanyak 150 sipir. Pemeriksaan akan kembali dilanjutkan apabila sisa dari sipir yang diperiksa dinyatakan telah siap.


Kepala Lapas Kelas 1A Makassar Budi Sarwono menambahkan, sisa anggotanya yang belum diperiksa akan dikoordinasikan dengan pihak BNNP. Sebanyak 40 sipir yang belum menjalani pemeriksaan, saat ini tengah bertugas di luar kota.


"Yang belum menjalani pemeriksaan ini akan kami tes. Untuk diketahui apakah ada yang positif atau seperti apa. Itu pasti kami lakukan," tambah Budi.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore