
BATIK: Mahasiswa Jepang Belajar soal Indonesia ke UMM.
JawaPos.com - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi rumah bagi puluhan mahasiswa asal Jepang. Mereka mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. Setidaknya ada 35 mahasiswa asal Negeri Sakura yang merasakan sehari berbudaya Indonesia.
Kiyokawa Joe, mahasiswa asal Wako University mengaku bahagia semenjak menginjak kaki di Indonesia. "Saya senang datang hari pertama di sini, orangnya ramah-ramah," ungkapnya.
Joe bersama rekan-rekannya tiba di UMM pada Senin (13/8) lalu. Mereka tergabung pada program Fieldwork of International Cooperation 2018. Di kampus putih itu, para mahasiswa asal Jepang disuguhi dengan berbagai kegiatan di Kelas Bahasa dan Budaya.
"Saya baru saja mengikuti kelas membaca dan berbicara bahasa Indonesia, selamat siang, terima kasih, nama saya Yuma,” tutur mahasiswa asal Jepang lainnya, Takashi Yuma sembari menjajal kemampuan Bahasa Indonesianya.
Sementara itu, Asisten Rektor Bidang Kerja Sama Soeparto menyatakan bahwa kunjungan para akademisi dari Jepang diharapkan dapat menjadi awal mula bagi UMM membangun kerja sama yang lebih luas. Utamanya dengan negeri sakura tersebut. "Saya berharap kunjungan ini bisa belanjut ke kunjungan-kunjungan lainnya. Terutama untuk kunjungan kerja sama," paparnya, Rabu (15/8).
Gayung bersambut, perwakilan dari Wako University Bambang Rudyanto juga menginginkan hal serupa dapat terlaksana. Ia bahkan berharap pada kerja sama selanjutnya, mahasiswanya dapat memperoleh beasiswa belajar Bahasa dan Budaya di UMM seperti mahasiswa asal Jepang yang lain.
"Di sini sudah ada beberapa mahasiswa asal Jepang yang belajar bahasa dan budaya. Saya harap kalian juga bisa seperti mereka," harap dosen asal Indonesia itu.
Usai Kelas Bahasa, acara yang diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM itu dilanjutkan dengan Kelas Budaya. Yaitu, membatik dan menari. "Saya pilih membatik, karena saya tidak pandai menari. Menari di sini indah sekali," ujar mahasiswa lainnya, Ito Takuto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
