Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Agustus 2018 | 18.46 WIB

Anak Satpam Jadi Polwan Setelah 2 Kali Gagal

Ika Septiani bersama adik dan kedua orang tuanya usai pengumuman seleksi penerimaan Bintara Polri 2018 Polda Jatim. - Image

Ika Septiani bersama adik dan kedua orang tuanya usai pengumuman seleksi penerimaan Bintara Polri 2018 Polda Jatim.

JawaPos.com - Ika Septiani, 21, lolos seleksi menjadi Polisi Wanita (Polwan). Anak seorang satpam sebuah perusahaan di Bojonegoro itu sebelumnya sudah dua kali gagal. Namun tekadnya yang kuat akhirnya membuahkan hasil.


Ika merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Ahmad, 48 dan ibunya Jumiatun, 40. Mereka tinggal di Dusun Glagah, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.


Ika merupakan satu dari 25 peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri, yang mendaftar melalui Panitia Bagian Penerimaan (Pabanrim) Polres Bojonegoro. Dari 25 peserta asal Bojonegoro yang lolos seleksi, tiga di antaranya Polwan. Sedangkan untuk tingkat Polda Jawa Timur (Jatim), Ika Septiani adalah salah satu dari 15 peserta polwan yang dinyatakan lolos seleksi.


Ahmad menuturkan, niatan anak gadisnya untuk menjadi polisi muncul sejak 2014 lalu. Saat itu keponakannya lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.


"Keponakan saya tersebut juga dari keluarga biasa. Saat masuk menjadi anggota Polri juga tanpa melalui koneksi atau menggunakan uang. Murni karena kemampuan keponakan saya," jelas Ahmad saat ditemui dirumahnya, Selasa (5/8).


Pada saat yang sama, Ika Septiani terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bojonegoro. Sehingga Ika pun sangat terobsesi untuk menjadi Polwan. "Kalau kakak sepupunya yang juga berasal dari keluarga biasa dapat diterima menjadi anggota polri, dirinya juga harus bisa," tutur Ahmad.


Ahmad menceritakan, cita-cita anaknya tersebut ternyata tidak mudah untuk di raih. Setelah lulus dari SMKN 4 Bojonegoro, Ika tidak lansung mendaftar menjadi anggota Polri. Dia ingin mempersiapkan diri terlebih dahulu, dan baru pada 2016 mendaftar. "Namun sayang, saat itu dia gagal," ungkapnya.


Usai gagal saat pertama kali mendaftar, tidak membuat Ika patah semangat. Dia bertekad untuk mendaftar kembali pada tahun berikutnya, yaitu 2017. Namun cita-cita anaknya untuk menjadi polwan juga harus tertunda.


"Setelah kegagalan yang kedua, banyak sekali yang berkata miring tentang penyebab kegagalan anak saya. Yang harus mencari koneksi lah, harus pakai uang lah," beber Ahmad.


Kendati demikian, Ahmad tetap yakin bahwa kegagalan anaknya bukan karena tidak punya koneksi atau karena tidak menggunakan uang. Melainkan karenan memang belum mampu. Hal tersebut mendorong Ika untuk lebih giat belajar dan berlatih karena kesempatan mendaftar tinggal satu kali.


Sajak saat itu, Ika giat berlatih fisik setiap pagi dan sore. Sementara kalau malam, belajar dari buku. beberapa kali Ika juga mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Polres Bojonegoro.


"Selain latihan fisik tiap pagi dan sore, Ika juga banyak meminjam buku dari teman-temanya yang sekolah di SMA. Karena ada beberapa mata pelajaran di SMA yang tidak diterima di SMK," terangnya.


Akhirnya, semua perjuangan Ika terbayar sudah. Semua pengorbanannya tidak sia-sia. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Ika dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri.


"Saya dan ibuknya cuma bisa bantu doa. Saat mendaftar, semua persyaratan dia sendiri yang urus. Alhamdulillah, akhirnya cita-cita anak saya terkabul," tutur Ahmad sambil menahan rasa haru.


Kini, Ahamad cukup berbangga diri dan sangat bersyukur dengan keberhasilan anaknya telah diterima menjadi Polwan. Dia dapat membuktikan dengan kondisi ekonomi keluarganya pas-pasan, namun anaknya dapat diterima masuk menjadi Polwan. Tanpa harus mencari koneksi ataupun menggunakan uang.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore