
Musibah kekeringan melanda Desa Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat
JawaPos.com - Belasan ribu warga Kecamatan Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat menderita kekeringan saat musim kemarau tiba setiap tahunnya. Terutama, bagi mereka yang berada di tiga desa, yakni Sirnajati, Ridogalih, dan Ridomanah.
Pantauan JawaPos.com di desa Ridogalih, Senin (6/8), sangat terlihat wajah kesulitan dari penduduk sekitar. Di sore hari, mereka harus turun ke Kali Cihoe yang letaknya cukup jauh dari permukiman.
Bahkan, perjuangan mereka terkadang tanpa hasil lantaran Kali Cihoe memiliki air yang keruh. Sebagian warga pun terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih. Sementara sisanya, harus mampu bertahan hidup, beraktivitas, dengan air keruh tersebut.
Selain menghampiri Desa Ridogalih, JawaPos.com juga berkesempatan menemui warga di Desa Sirnajati yang keadaannya tak jauh berbeda. Kekeringan itu rupanya sudah melanda masyarakat sejak Ramadhan, atau sekitar Mei 2018 lalu.
Berbeda dengan warga Ridogalih, penduduk Sirnajati lebih beruntung karena memiliki sebuah kali besar, yaitu Kali Cipamingkis. Namun, mereka harus lebih bekerja keras untuk menggali permukaan kali yang kering dan berbatuan dengan tangan kosong.
Mengangkat batu kali adalah hal yang biasa bagi mereka. Bagaimana tidak, air bersih hanya akan muncul pada pinggir-pinggir sekitar kali. Di area tengah, air yang tidak mengalir itu berwarna putih kekungingan lantaran tercemar limbah pabrik penggilingan batu.
Menanggapi permasalahan yang terjadi berulang-ulang itu, pihak Kecamatan Cibarusah sudah tidak heran dan panik lagi. Pemerintah Kabupaten Bekasi disebutnya sudah terbiasa melakukan antisipasi dengan memberikan air bantuan. Begitu terus menerus hingga belasan tahun berjalan.
“Kalau dibilang (masyarakat) terbiasa ya memang kondisinya seperti itu. Kita berharap dari pemerintah daerah juga (memberikan solusi) ya, jadi ini bencana yang klasik, setiap tahun terjadi kekeringan,” ujar Kasie Trantib Kecamatan Cibarusah Iman Arachman kepada JawaPos.com di kantornya, Senin (6/8).
Menurutnya, Pemkab rutin mendistribusikan air bersih untuk tiga desa yang mengalami kekeringan pada bulan Juli, Agustus, September hingga Oktober itu. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan 3-4 tangki yang berisi 5.000 liter sekali pengiriman.
“Kita tiap tahun bulan Mei sudah antisipasi permohonan air bersih (ke Pemkab Bekasi),” jelasnya.
Namun begitu, ketimpangan antara permintaan dan pendistribusian selalu terjadi karena kebutuhan air masyarakat jauh lebih banyak dibanding yang dikirimkan. “Kita kirim hari ini tiga hari kemudian sudah habis lagi kan,” pungkas Iman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
