Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Agustus 2018 | 06.11 WIB

Buka Muktamar IMM, Haedar Nashir Berikan Pesan Untuk Para Kader IMM

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, buka Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII. - Image

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, buka Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII.

JawaPos.com - Gelaran Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) XVIII dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, Rabu (1/8). Muktamar kali ini, diharapkan mampu menjadi momen untuk merumuskan rancangan-rancangan strategis. Baik bagi kemajuan internal organisasi, maupun keberlangsungan bangsa Indonesia.


Menjadi bagian dari peradaban bangsa, Haedar memberikan semangat perjuangan kepada para Immawan dan Immawati (panggilan untuk kader IMM).
"IMM bersama para anggotanya harus terus berjuang dengan cara modern, seperti yang telah dilakukan oleh Bapaknya (red. KH Ahmad Dahlan)," terang Haedar, di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).


Haedar juga mengingatkan kembali cita-cita awal IMM, yakni melahirkan intelektual muslim yang memiliki keunggulan secara lahir dan batin. Hal tersebut, mendasari harapan Haedar pada muktamar kali ini agar dapat menghasilkan misi peneguhan ideologi nasional bagi IMM, Muhammadiyah, dan Indonesia.


Sebagai salah satu tokoh yang lahir dari rahim Muhammadiyah, Haedar tidak hentinya menyumbangkan semangatnya kepada seluruh kader IMM pada muktamar kali ini. Salah satunya ialah tentang peneguhan lima keunggulan yang harus dimiliki oleh seluruh kader IMM dan Muhammadiyah.


Lima keunggulan tersebut di antaranya adalah, unggul dalam idealisme diri dan organisasi; keunggulan berorganisasi; keunggulan personal; keunggalan religiusitas dan keunggulan sinergitas.


"Sebagai organisasi modern yang diisi oleh pemuda-pemudi terbaik bangsa, jangan pernah IMM melupakan lima keunggulan yang harus terus diingat dan dijalan oleh seluruh kader," tandas dia.


Acara yang akan dihadiri oleh beberapa tokoh ini juga mendapatkan sambutan hangat dari alumi IMM yang kini menjabat sebagai Rektor UMM Fauzan. Dalam kesempatan itu, Fauzan menyampaikan bahwa, kader IMM harus menjadi etalase garda terdepan dalam meneguhkan nilai-nilai ke Islaman.


"Para kader IMM harus bertanggungjawab untuk terus meneguhkan nilai-nilai keislaman dan keberadaban sebagai cerminan pengabdian pada bangsa," kata dia.


Apresiasi diselenggarakannya Muktamar XVIII IMM ini juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Pria yang juga besar dari organisasi Muhammadiyah ini, menyatakan rasa bangganya kepada IMM yang terus konsisten dalam menegakkan Darul ahdi wa syahada, yang berarti kader IMM harus memiliki pandangan khas gerakan Islam modernis reformis.


"Muhammadiyah bersama IMMnya harus secara tegas mengiplementasikan Darul ahdi wa syahada untuk meciptakan negara yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan damai," tutur Ketua Pimpinan Pusat Muhammaadiyah tersebut.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore