
ILUSTRASI: Penyerangan oleh oknum supporter bola di jalanan kembali terjadi pada Minggu (22/7) malam.
JawaPos.com - Jajaran Polres Pemalang meningkatkan pengamanan di seluruh sudut dan perbatasan. Hal ini menyusul adanya kabar sweeping kendaraan pascapenyerangan suporter Persibara Banjarnegara oleh pendukung PSIP Pemalang, Minggu (23/7) malam.
Kapolres Pemalang AKBP Agus Setyawan mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan seluruh jajaran Polsek untuk mengamankan jalanan. "Kita minta untuk patroli, karena sweeping kan biasanya di jalan. Kita gerakan terus sampai ujung Belik sana," ujarnya saat dihubungi, Senin (23/7).
Kabar sweeping ini naik ke permukaan usai sebuah video menunjukkan pelemparan batu oleh oknum suporter PSIP ke arah rombongan tiga bus pengangkut pendukung Persibara. Video itu diposting ke Facebook, tepatnya pada Minggu (22/7) malam atau usai laga final Liga 3 Zona Jawa Tengah mempertemukan kedua tim tersebut di Stadion Mochtar, Pemalang.
Pelemparan batu ke arah bus pengangkut pendukung Persibara terjadi di salah satu ruas jalan di Kelurahan Paduraksa, Pemalang. Akibatnya, dua orang mengalami luka pada kepala dan lutut, serta sejumlah bus pecah kacanya.
Video tersebut menuai beragam reaksi dan komentar dari pengguna Facebook lain. Yang diantaranya menyebutkan akan membalas atau melakukan tindakan serupa saat menjumpai pengendara warga Pemalang maupun dari sisi sebaliknya.
"Tapi kita juga telah mengkoordinasikan ini ke Kepolisian Banjarnegara dan hingga saat ini belum ada laporan terkait hal (sweeping) itu," sambung Agus.
Agus menyebut, sebagai antisipasi masalah ini agar tak berlarut-larut, ia menyebut akan mengusut hingga akar. Termasuk dengan meminta keterangan dari enam saksi yang telah diamankan pihaknya, korban pelemparan, hingga korlap masing-masing suporter.
"Saya juga sudah bicara dengan Pak Bupati dan Wakil Bupati (Pemalang), ini harus kita selesaikan sesegara karena ini kan event (Liga 3) kan akan berlanjut. Jangan sampai kita menciptakan api dalam sekam, sehingga dikomporin langsung meledak," katanya lagi.
Agus sendiri menyebut respons dari penegak hukum dan pemerintah Banjarnegara sangatlah baik. "Kita minta pada mereka, tolong kendalikan, kita coba selesaikan secepatnya. Hari ini kita masih tunggu korban dari Banjarnegara untuk membuat pelaporan," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
