Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juli 2018 | 15.07 WIB

Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu/Kg, Masyarakat Cuma Diminta Bersabar

Ilustrasi pegadang ayam ras potong di pasar tradisional - Image

Ilustrasi pegadang ayam ras potong di pasar tradisional

JawaPos.com - Harga ayam kembali meroket di pasaran. Begitulah yang dikeluhkan ibu rumah tangga kebanyakan di Provinsi Jambi. Setelah sempat normal menjelang Lebaran lalu, kini harga daging ayam kembali melonjak. Harga di pasaran terbaru mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya. Bahkan jika tidak berbelanja di Pasar Angso Duo, harga daging ayam bisa mencapai Rp 65 ribu per kilogram.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Amir Hasbi mengatakan, kenaikan harga daging ayam saat ini melonjak tinggi. Dia menengarai, tren ini disebabkan oleh penurunan produksi ayam potong di kalangan produsen yang juga menurun drastis. Penurunan terjadi sekitar 40 persen dari biasanya.


"Biasanya sampai 15 ton produksi ayam potong. Saat ini menurun sampai 40 persen, sehingga stok di pasaran sekarang sedikit," katanya seperti dikutip Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Sabtu (21/7).


Penurunan produksi itu juga merupakan dampak dari libur panjang beberapa waktu lalu sebelum Lebaran. Sebab, ketika libur panjang, produsen juga tak memproduksi secara maksimal karena karyawannya juga banyak yang libur.


"Ada empat produsen ayam potong di Jambi, semuanya seperti itu. Dengan permintaan yang tinggi, namun pasokan berkurang tentu harga melejit," katanya.


Saat ini, dengan produksi bulan Juli yang terbatas, harga jual daging ayam potong utuh di tingkat produsen sudah mencapai Rp 25 ribu per kilogram. Sehingga sampai ke tangan pengecer, harga ayam potong paling rendah sudah di angka Rp 55 ribu per kilogram.


"Di tingkat produsen sudah Rp 25 ribu, tentu di pengecer semakin mahal dijual ke pembeli," katanya.


Amir mengatakan, tidak ada solusi konkret yang bisa dilakukan dalam jangka pendek ini. Masyarakat diharapkan bersabar hingga harga kembali normal. Sebab, untuk produksi Agustus nanti, diprediksi daging ayam potong sudah kembali normal. Sehingga harga jual daging ayam potong di pasaran juga sudah kembali normal.


"Libur panjang sudah usai, produksi kembali normal. Ketika libur panjang, selain produksi sedikit, masyarakat banyak mengadakan pesta, syukuran. Sehingga permintaan semakin tinggi, sementara produksi semakin rendah," sampainya.


Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ariansyah menengarai, polemik harga ayam ini dikarenakan produsen kelebihan biaya produksi.


Merujuk Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), produsen tidak dibolehkan lagi memberikan vaksinasi kepada bibit ayam, sebab itu produsen butuh waktu 30-50 hari untuk panen.


Dijelaskannya, jika bibit ayam divaksinasi, maka produsen hanya butuh waktu 30 hari hingga panen dan menghasilkan 1,6 kilogram per ekor. Sedangkan tanpa vaksinasi produsen membutuhkan waktu lama sehingga biaya produksi bertambah.


Menurutnya harga ayam potong tinggi bukan hanya menjadi beban masyarakat, tetapi juga membuat lesu pedagang. Sebab itu pihaknya dalam waktu akan mengambil langkah konkrit bersama Satgas Pangan Jambi untuk menstabilkan harga ayam tersebut.


Hasil monotoring di lapangan, harga kebutuhan pokok oleh pihaknya, harga ayam naik dari satu hari sebelumnya dari Rp 42 ribu kini menjadi Rp 50 ribu per kilogram.


"Berdasarkan pantauan harga, di Pasar Tradisional Simpang Pulai dan Talang Banjar, harga ayam Rp 50 ribu per kilogram, sedangkan di Pasar Angsoduo terpantau di harga Rp 48 ribu per kilogram," kata Ariansyah.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore