
Ilustrasi
JawaPos.com - Seorang dosen perempuan berinisial OS, 40, kepergok berdua di kamar hotel dengan mantan pejabat Pemprov Sumbar, Senin (9/7). Dari hasil introgasi, OS mengaku melakukannya karena sang suami memiliki kelainan seks alias hiperseks.
Kepada penyidik Dinas Pol PP Sumbar, OS mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar di atas ranjang dari sang suami. Saat berhubungan suami istri, tak jarang OS mendapat pukulan. Sehingga, setiap kali suaminya minta dilayani, OS mengaku ketakutan.
"Pengakuannya begitu. Suaminya hiperseks," kata Kepala Dinas Pol PP dab Damkar Sumbar, Zul Aliman kepada JawaPos.com, Selasa (10/7).
OS sendiri, lanjut Zul Aliman, telah memiliki dua orang anak. Seorang duduk di bangku SD dan satunya lagi di SMP. Saat ngamar dengan AE, diketahui suaminya tengah di Pasaman. "Dia takut ketemu suaminya dan mohon-mohon agar tidak diberitahu," terang Zul Aliman.
Meski demikian, terang Zul Aliman, pihaknya tetap memproses kasus tersebut sesuai tupoksi Saptol PP sebagai pasukan penegak Perda yang diatur UU Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 255. Ketiganya juga sudah membuat surat perjanjian.
"Pokoknya suami atau pihak keluarganya datang untuk menjemput dan menyelesaikan kasus ini," tegas Zul Aliman.
Akhirnya, sekitar pukul 22.30 Wib Senin malam (9/7), suami OS datang ke kantor Dinas Pol PP Sumbar. "Begitu tau suaminya datang, OS ini kejang-kejang. Nah, saya perintah anak buah untuk bawa dia ke rumah sakit. Eh, dia sadar lagi," beber Zul.
Saat diperiksa, suami OS justru membantah tudingan hiperseks yang diungkapnya istrinya kepada petugas. Menurutnya, ungkapan tersebut hanya alasan agar suaminya tidak diberitahu.
"Kata suaminya, hubungan mereka harmonis dan baik-baik. Baru-baru ini, suaminya juga mentransfer uang kebutuhan istri dan anak-anak," beber Zul menirukan pengakuan suami OS.
Lama berunding, akhirnya suami OS memutuskan pulang sekitar pukul 04.00 Wib dini hari Selasa (10/7). Sedangkan oknum dosen, meninggalkan kantor Pol PP Sumbar sekitar pukul 06.30 Wib pagi Selasa dan diantar petugas untuk menaiki bus menuju kampungnya di Padang Panjang.
Sementara, oknum ASN Pemprov Sumbar, AE dan istrinya, lebih dahulu meninggalkan kantor Pol PP Sumbar. Mereka juga pulang sendiri-sendiri.
Kini, nasi telah menjadi bubur. Persoalan keluarga diserahkan sepenuhnya pada pihak bersangkutan. Sedangkan soal sanksi yang akan diberikan kepada oknum AE yang memang ASN Pemprov Sumbar masih terus diproses.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
