
Poster ILP Showcase
JawaPos.com - Untuk pertama kalinya, Indra Lesmana Project (ILP) manggung di Surabaya. Pentas dijadwalkan berlangsung di Suara Surabaya Centre, Jalan Raya Bukit Darmo, Surabaya, Sabtu (30/6) malam. ILP akan tampil dalam rangkaian Road to Jazz Traffic Festival 2018.
ILP merupakan proyek musik bentukan Indra Lesmana yang bergenre progressive metal dan progressive rock. Indra Lesmana bahkan menyebut genre musik ILP sebagai metal fusion.
"Musiknya memang keras, awalnya metal. Kalau saya menyebut metal fusion. Tapi masyarakat banyak yang menyebut progressive metal dan progressive rock. Yang menarik memang pemainnya metal. Gitaris dari band metal, drummernya juga, dan vokalisnya penyanyi rock. Hanya bassisnya saja yang jazz. Musisinya ini sangat mumpuni memainkan musik yang bunyinya masuk progressive metal," papar Indra Lesmana.
Dalam pentas nanti, ILP akan tampil sekitar satu jam. Mereka akan menyuguhkan musik yang sudah diaransemen ulang dari mini album Sacred Geometry. Album itu merupakan rangkaian komposisi musik yang terbagi dalam empat bagian. Adalah Awakening, Acknowledge, Ascension dan Acceptation.
Menurut Indra, ide memunculkan ILP didapatkan ketika berada di Bali pada 22-23 September 2017. Waktu itu bersamaan dengan erupsi Gunung Agung. Pada 26 November 2017, dia lantas memposting ide itu ke instagram. Ternyata mendapatkan reaksi positif dari followernya. Banyak yang menginginkan proyek musik itu digarap secara serius.
"Berawal dari situ, akhirnya muncul ide untuk audisi lewat instagram. Jadi band ini adalah band sosial media yang terbentuk dari berbagai musisi dari berbagai kota," tambahnya.
Saat ini, ILP berformasi 6 personel. Drummer ILP berasal dari Kota Pahlawan. Saat audisi melibatkan 110 drummer, 150 gitaris dan 300 sound engineer. Ini dilakukan sampai band terbentuk. Lalu membuat rekaman mini album berjudul Sacred Geometry.
Indra Lesmana yang dibantu Shadu Rasjidi, memilih beberapa orang dalam proyek musik ILP. Akhirnya Indra dan Shadu memilih Karis dan Rayhan Syarif sebagai gitaris, Hata Aryasatya sebagai drummer, dan Togar sebagai vokalis.
ILP sangat berbeda dengan tampilan Indra Lesmana yang selama ini identik dengan jazz. Sejak kecil, dia sebenarnya sudah menyukai musik dari band-band progresif lawas. Seperti Yes, Genesis, Emerson Lake & Palmer dan King Crimson.
"Musik ini saya dengarkan sehari-hari waktu itu. Ini jelas mempengaruhi sebagian besar komposisi lagu-lagu ILP yang beraliran metal. Tapi karena ayah saya pemusik jazz, kemudian saya menyukai musik jazz dan bermain musik jazz, akhirnya saya dikenal sebagai musisi jazz," ungkap ayah dari Eva Celia tersebut.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
