
Prajurit Marinir melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun.
JawaPos.com - Satu keluarga di Provinsi Riau diduga menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Berdasarkam informasi yang dihimpun JawaPos.com, satu keluarga tersebut berasal dari Desa Suka Damai, Kabupaten Kampar, Riau. Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri dan seorang anaknya yang masih balita. Identitas ketiganya yakni, Yudi Samsudin, 30; istrinya Sri Wahyuni, 23; serta anak laki-laki bernama Adli Pratama yang masih berusia 2,5 tahun.
Turiah, ibu kandung dari korban Sri Wahyuni mengaku, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kabar dari para tim pencari korban di Danau Toba. Ia mengatakan, sudah tiga hari ini dirinya tidak mendapat kabar pasti dimana keberadaan anak, menantu dan cucunya tersebut.
"Ya kami masih menunggu kabar dari tim disana," ungkapnya saat dihubungi JawaPos.com di Pekanbaru, pada Rabu (20/6).
Turiah menyebutkan, kalau anaknya itu berangkat ke Sumatera Utara untuk berlebaran di kampung halaman suaminya. Kemudian, merek pergi ke Danau Toba untuk bertamasya. Namun nahas, nasib malang menimpa keluarga ini. Kapal Motor Sinar Bangun yang mereka tumpangi pun terbalik.
"Dengar kabar itu kaget, karena mereka pergi ke Danau Toba gak ada bilang-bilang," ujarnya.
Saat ini, Turiah yang sedang berada di Kandis, Kabupaten Siak, hanya dapat berharap agar keluarga kecil itu segera ditemukan. "Kami sudah pasrah," pungkasnya.
Terpisah, Humas Basarnas Pekanbaru, Kukuh Widodo mengaku belum mendapatkan konfirmasi terkait korban asal Riau. "Belum ada konfirmasi dari kantor Medan. Nanti kalau ada saya kasih tau," ucapnya.
Begitu juga dengan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto. Ia menyebut, pihaknya masih menunggu informasi dari Polda Sumut. "Kami koordinasi dengan Polda Sumut dulu," tuturnya.
Untuk diketahui, dari 180 orang korban KM Sinar Bangun, enam diantaranya merupakan warga Provinsi Riau. Tiga orang warga Kabupaten Kampar yakni, Yudi Samsudin, 30, Sri Wahyuni, 23, Adli Pratama, 2,5 tahun. Kemudian dua warga Pekanbaru, Tanara Oktavia Napitupulu, 15 dan Lamtama Br Napitupulu, 15. Sedangkan seorang lainnya bernama Nurwanto yang belum teridentifikasi alamat pastinya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
