Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 18.09 WIB

Arus Balik di Puncak, Polisi Masih Berlakukan One Way

Polres Bogor masih memberlakukan sistem one way untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. - Image

Polres Bogor masih memberlakukan sistem one way untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat.

JawaPos.com - Arus kendaraan di jalur Puncak dan Bocimi terus menurun, kemarin (19/6). Namun, kemacetan masih terjadi di beberapa titik, di antaranya simpang Gadog, Cipayung, Megamendung, dan simpang TSI.


Pantauan Radar Bogor (Jawa Pos Grup) hingga pukul 17.00, tercatat 16.490 kendaraan melintas di gerbang tol Ciawi. Tak hanya itu, kendaraan roda dua juga masih menguasai jalan sekitaran Gadog hingga Puncak Pass.


Untuk mengurai kemacetan, kepolisian masih mengandalkan sistem one way di jalur Puncak.


”Sistem satu arah disesuaikan dengan situasi dan kondisi,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Andi Mohammad Dicky di Pos Pemantau Gadog sebagaimana dilansir Radar Bogor (Jawa Pos Grup), Rabu (20/6).


Menurutnya, Bogor hanya menjadi perlintasan para pemudik yang hendak keluar kota. Untuk itu, pihaknya hanya mengatur perlintasan sebagai feeder dari maupun menuju Cianjur.


Soal jalur Jonggol, pihaknya sudah gencar sosialisasi agar melintas di jalur tersebut.


”Daripada harus menunggu lama, lebih baik menghindari Puncak. Manfaatkan jalur Gunungputri, bisa ke Sentul, Jonggol, Cariu, Transyogi sampai Cibubur,” katanya.


Terkait pengamanan jalur arus balik, masih kata Dicky, personel terus ditambah dan tetap bertahan.


Untuk kemarin, ada 276 personel yang disiagakan di jalur Gate Ciawi hingga Puncak Pass. Apalagi untuk jalur Puncak yang sedang dalam perbaikan Kementerian PU.


Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama mengungkapkan, puncak arus mudik sudah terjadi Minggu (17/6) dan Senin (18/6). ”Hambatannya paling di lokasi-lokasi wisata,” ucapnya.


Hasby juga menanggapi soal jalur Jonggol yang banyak dikhawatirkan masyarakat. Menurutnya, sedikit masyarakat yang mengaku tidak tahu atau takut karena jalurnya kurang penerangan.


”Kalau gelap ya sama, Puncak juga kalau malam itu gelap. Terangnya hanya dari warung orang jualan,” pungkasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore