
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dalam kegiatan safari ramadan 2018
JawaPos.com - Dua tahun menjalani perayaan Idul Fitri diakui Wakil Wali Kota (Wawako) Batam, Amsakar Achmad tidak membawa perubahan signifikan terhadap kesehariannya. Berkumpul bersmaa keluarga, melakukan open house, bersilaturahmi dengan para tetua dan senior, menjadi agenda rutin setiap menjalani kegiatan berlebaran.
"Saya memaknai lebaran sebagai masa untuk meningkatkan silaturahmi, bertatap muka dengan keluarga. Biasanya, bertemu keluarga malam atau pagi-pagi sekali, sekaranglah waktunya bersama keluarga," kata Amsakar, kepada JawaPos.com, beberapa hari lalu.
Amsakar melanjutkan, ia merasa dua tahun menjalani lebaran sebagai Wawako Batam, tidak ada yang berubah selain hal-hal teknis yang memang harus dijalani seorang pelayan masyarakat.
Terkait dengan pola hubungan dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, Amsakar mengaku menjalani lebaran layaknya orang biasa.
Menyapa kawan dan tetangga tanpa harus membuat mereka canggung, berbaur dengan kawan-kawan yang memang menjadi tempat bersenda gurau, dan hal-hal sederhana lain namun tetap memberi kesan mendalam
"Saya biasa saja, ingin dipahami sebagai Amsakar achmad seperti dulu. Saya tidak akan berubah dan menjadi orang lain, saya mesti pandai dan tahu jalan pulang. Kalau berlebihan akibat status, nanti akan jadi oleng setelah status itu kita lepas," katanya.
Dalam kesehariannya, Amsakar juga mengatakan tidak menghilangkan kebiasaan bergaul dengan caranya sendiri. "Kalau saya mau main domino (gaple) saya main, main catur ya ayo, itu memang keseharian saya," tambahnya lagi.
Namun demikian, saat ini juga memiliki fokus lain yang kadang intensitas bersosialisasi sedikit berkurang. Menjalani amanah yang diemban sebagai Wawako Batam.
Amsakar juga mengajak segenap masyarakat Kota Batam untuk kembali kepada fitrahnya masing-masing. Memberikan sumbangan terbaik untuk membantu meningkatkan kualitas Kota Batam yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Saat ini Batam menghadapi tantangan berat di tengah melemahnya ekonomi, minimnya lapangan kerja. Solusinya harus dipikirkan dan dikerjakan secara kolektif, sehingga meringankan yang berat, yang jauh menjadi dekat, dan yang kusut akan terurai.
"Hal yang paling membahagiakan itu adalah bisa menepati janji dan menjalankan amanah yang diberikan masyarakat, tidak ada yang lebih baik dari itu, mengalahkan setiap kepenatan yang dirsakan," tutupnya lagi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
