
Lembaga Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh terpilih dan mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
JawaPos.com - Lembaga Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh mendapatkan pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama 12 inkubator bisnis lainnya di Indonesia. Hasil ini capaian penting bagi Inkubator Unsyiah.
Kepala Inkubator Bisnis Teknologi Unsyiah, Said Muhammad mengatakan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk pembinaan dan penguatan inkubator di Unsyiah dalam persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2019. Langkah awal dimulai dengan mempublikasi dan merekrut pelaku industri yang produktif dan inovatif
“Kita akan membina usaha-usaha produktif yang siap berkompetisi di pasar internasional,” kata Said di Banda Aceh, Jumat (8/6).
Said menyebutkan, selain dari Unsyiah, juga ada inkubator dari beberapa perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia yang memperolehnya. Kedua belas inkubator ini telah melakukan perjanjian kerja sama program pengembangan inkubator bersama Kemenristekdikti di Surabaya pada 23-26 Mei lalu.
"Mereka adalah inkubator dari Universitas Airlangga, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pusinov LIPI, Maleo Techno Park, STIMIK Primakara Bali, Inkubator Asosiasi Klaster Indonesia, PGRI Semarang, dan Inkubator Skystar Venture," sebutnya.
Dia menambahkan, dalam kesempatan itu juga dilakukan pelatihan konsep inkubator bisnis teknologi dan kick off-meeting. Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Kelembagaan Ipteks dan Dikti, Patdono Suwignjo.
Ia berharap, terpilihnya inkubator Unsyiah dapat mendorong dan menfasilitasi ide-ide kreatif dan inovasi dosen serta mahasiswa untuk pengembangan usaha yang bernilai daya saing. “Kita ingin menjadi pusat kewirausahaan dapat mengembangkan usaha dan inovasi sehingga memiliki daya saing di tingkat lokal maupun nasional,” pungkasnya.
Adapun inkubator bisnis lain yang menerima pendanaan ialah inkubator dari Universitas Airlangga, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Politeknik Negeri Kupang, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Pusinov LIPI, Maleo Techno Park, STIMIK Primakara Bali, Inkubator Asosiasi Klaster Indonesia, PGRI Semarang, dan Inkubator Skystar Venture.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
