
YM Sultanah Safiatuddin Cahya Nur Alam binti Tuwanku Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah.
JawaPos.com - Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam tutup usia. Pewaris Kesultanan Aceh itu menghembuskan napas terakhir di RS Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/6) sekitar pukul 06.45 WITA. Sebelum dipulangkan ke Aceh, jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Kesra Raya, Perumnas Tanjung Karang, Mataram.
Yang Mulia (YM) Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam binti Tuanku Raja Ibrahim bin Sultan Muhammad Daodsyah, merupakan Sultan Aceh Darussalam yang terakhir yang memimpin perang melawan Belanda. Setelah puluhan tahun, dia ditangkap dan ditawan dibuang ke Rawamangun, Jakarta. Makam Sultan Muhammad Daodsyah berada di Rawamangun, Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi dari Tuanku Raja Yusuf yang merupakan adik dari Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Cahya Nur Alam, jenazah almarhumah akan dikebumikan di Aceh.
"Kemungkinan jenazah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam akan dimakamkan di samping ayah beliau, Tuanku Raja Ibrahim di Baperis," kata Akademisi dan pemerhati sejarah Muhammad Adli Abdullah Bawarith dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (6/6).
Badan Pembina Rumpun Iskandarmuda (Baperis) merupakan kompleks makam Sultan Iskandar Muda. Di sana ada makam Sultan Besar Sultan Mansur Syah. Lokasinya di samping Museum Aceh, dan di sisi Meuligoe Gubernur Aceh.
Lembaga Kebudayaan Antarbangsa, Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT) mengucapkan duka mendalam atas wafatnya Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam. Kepergian Sultanah Cahya Nur Alam adalah kehilangan besar. Tidak hanya bagi Aceh, tapi juga Indonesia.
"Beliau adalah satu-satunya pelaku sejarah yang masih bisa memetakan peristiwa-peristiwa sejarah yang dilalui leluhurnya. Sayangnya, lagi-lagi pemerintah Aceh terlambat untuk mengumpulkan dan menyebarkan pikirannya pada generasi Aceh yang saat ini terbenam dengan teknologi internet," ucap Owner PuKAT Dr Mehmet Ozay.
Menurutnya, kepergian pewaris Kesultanan Aceh itu telah menutup satu jendela Aceh pada dunia. Mehmet mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat dengan derajat paling tinggi di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Setda Aceh Rahmad mengatakan, informasi awal bahwa jenazah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam akan diberangkatkan dari Jakarta ke Aceh pada pukul 18.00 WIB.
"Menurut informasi yang kami dapatkan tadi demikian. Cuma saya belum konfirmasi ke Jakarta apakah sesuai jadwal atau tidak. Saya mengecek terlebih dahulu. Siapa tahu ada perubahan jadwal," tutur Rahmad.
Pemerintah Provinsi Aceh akan menyambut secara khusus atas kedatangan jenazah almarhumah cucu Sultan Aceh itu. "Kami juga akan melihat kembali soal jadwal Pak Gubernur Aceh. Untuk saat ini belum bisa kami sampaikan, Karena itu bisa disesuaikan," ujarnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
