
Kampung Akuarium, Jakarta Utara.
JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan datang ke kampung Akuarium, Jakarta Utara, Rabu (30/5). Ia mengaku bersyukur karena kawasan ini telah lebih baik dari sebelumnya. Tapi, apakah benar?
Dari pantauan JawaPos.com, kawasan ini masih kurang baik. Setiap keluarga, diberi satu shelter. Kamar mandinya pun, berada terpisah diluar shelter. Dengan total 16 toilet di masing-masing blok, satu kamar mandi untuk dua keluarga.
Tak hanya itu, tidak ada pengamanan di tempat ini. Pagar pun tidak ada. Yang baru, hanyalah musola dan jalanan yang belum sempurna di aspal.
Lokasi tempat ini, bersembunyi sedikit dari jalan utama. Persisnya, masuk ke dalam dari gang melewati museum Bahari, kawasan Kota Tua, Jakarta. Tempat ini kecil, meski penerangan di kampung Akuarium masih minim.
"Total ada 16 kamar mandi yang diberikan. Satu kamar mandi untuk dua keluarga. Di tiap-tiap blok, ada kamar mandinya juga di luar," kata Anis, yang tinggal di blok C22, Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Rabu (30/5).
Ia menambahkan, shelter yang ditempatinya berukuran 3 meter x 6 meter . Meski kecil, ia mengaku masih lebih baik daripada tinggal di tenda. "Orang-orang yang tinggal di shelter adalah mereka yang bertahan di tenda. Jadi diberikan tempat tinggal gitu," lanjutnya.
Shelter ini sendiri, diakui Anis, diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Januari 2018. Meski shelternya kecil, ia mengaku bersyukur saja.
"Sekarang sudah diberikan air PAM, baru 3 hari mas. Sebelumnya untuk mendapat air, kita memakai air sumur," terangnya.
Air sumur ini didapat dari lokasi luar kampung Akuarium. Untuk mendapatkan air, masyarakat sekitar memakai selang dari dalam sumur hingga ke kampung Akuarium. "Air sumur jaraknya ke sini (kampung Akuarium) jauh, kira-kira 500 m. Bersyukur sih sudah diberikan air PAM," tuturnya.
Anis sendiri adalah seorang istri yang suaminya bekerja sebagai Cleaning Service di Glodok. Untuk menambah penghasilan, Anis membuka warung di rumahnya.
Tapi, ia mengaku pendapatan yang diterimanya sedikit. Hal ini karena warga lain juga turut membuka warung di shelternya untuk menambah penghasilan. "Jadi seperti banyak pasaing karena buka warung. Kan warung hampir ada di tiap-tiap shelter," jelasnya.
Untuk listrik, dikatakan Anis memakai sistem pembayaran listrik prabayar (token). Di kampung Akuarium, satu listrik token, dipakai untuk 6 shelter.
Ditambah Muhammad Sahid, jalan di kampung Akuarium baru sejak semalam diaspal. Sebelumnya, jalan di kampung Akuarium berbatu besar dengan pasir diatasnya. "Baru semalam ini (jalan) diaspal. Jalan diaspal karena Gubernur mau datang kan. Jadi diaspal supaya mobil bisa mudah masuk dan parkir," bebernya.
Hal ini, diperkuat dengan adanya alat berat di sekitar kampung Akuarium. Meski telah diaspal, tapi tidak seluruhnya. "Saya sendiri bekerja sebagai penjual tiket mas. Saya sudah pergi merantau ke Jakarta dari umur saya pas masih 8 tahun," tegasnya.
Sebelumnya, musola dan jalan di kampung Akuarium telah selesai direnovasi. Anies mengatakan, bahwa akan dilakukan pembangunan di kampung Akuarium dengan sistem Community Action Plan (CAP).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
