Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Mei 2018 | 06.15 WIB

2.104 Lembar Uang Palsu Ditemukan, Paling Banyak di Pasar Tradisional

PENUKARAN UANG: Warga terlihat mengantri menukarkan uang baru pecahan kecil di Layanan Mobil Penukaran Uang BI di Masjid Raya At-Taqwa, Kota Cirebon, Senin (28/5). - Image

PENUKARAN UANG: Warga terlihat mengantri menukarkan uang baru pecahan kecil di Layanan Mobil Penukaran Uang BI di Masjid Raya At-Taqwa, Kota Cirebon, Senin (28/5).

JawaPos.com – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menemukan setidaknya 2.104 lembar uang palsu sepanjang 2018. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut justru mengalami penurunan.


Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan ribuan lembar uang palsu dari berbagai pecahan tersebut ditemukan dari Januari hingga April 2018. Pecahan uang palsu terbanyak ditemukan pada pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.


"Dibanding tahun lalu, jumlah uang palsu mengalami penurunan. Memang, dari tahun ke tahun tren uang palsu ini selalu turun, karena uang banyak beredar di masyarakat adalah pecahan kecil," ungkapnya usai menggelar penukaran uang baru di Masjid Raya At-Taqwa, Kota Cirebon, Senin (28/5).


Majid menjelaskan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, tren temuan uang palsu terus menurun. Disebutkan pada 2015, BI Cirebon menemukan sebanyak 16.084 lembar uang palsu. Sementara pada 2016 lalu, temuan uang palsu turun dua kali lipat hanya 7.077 lembar. Sementara di tahun lalu, BI Cirebon berhasil menemukan 6.093 lembar uang palsu.


Tren penurunan uang palsu di wilayah Cirebon tersebut, menurut Majid, karena masyarakat sudah menyadari dan memahami ciri-ciri uang palsu atau asli.


Disamping itu, pihak BI pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan mewaspadai perederan uang palsu di wilayah Cirebon.


"Semakin hari masyarakat semakin paham membedakan uang asli dan palsu. Selain itu mereka memilih lebih banyak menggunakan uang pecahan kecil untuk bertransaksi. Sehingga tren uang palsu semakin menurun," katanya.


Majid mengatakan, sosialisasi waspada peredaran uang palsu terus dilakukan. Utamanya di sejumlah pasar tradisional yang sangat rawan transaksi uang palsu.


"Penemuan uang palsu paling banyak ditemukan di pasar tradisional. Sehingga kami bekerja sama dengan 150 pedagang pasar. Pedagang itu jadi ujung tombak BI untuk segera lapor jika ada temuan uang palsu," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore