Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Mei 2018 | 19.42 WIB

Penghuni Lapas Pakem Berlarian Sambil Bawa Bantal

SIMULASI: Warga binaan dan tahanan di Lapas Narkotika Pakem Sleman melakukan simulasi bencana Merapi, Senin (28/5). - Image

SIMULASI: Warga binaan dan tahanan di Lapas Narkotika Pakem Sleman melakukan simulasi bencana Merapi, Senin (28/5).

JawaPos.com - Gunung Merapi berstatus awas. Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Pakem Jogjakarta berlarian dari bilik penjara menuju titik kumpul untuk dievakuasi.


Sejumlah barang turut dibawa para tahanan dan warga binaan. Seperti bantal dan guling maupun barang lainnya yang dikemas dengan sarung serta plastik seadanya.


Setelah semuanya berada di titik kumpul yang masih berada di dalam kompleks Lapas, mereka mulai berhitung. Para warga binaan maupun tahanan kemudian mengantre untuk dipasangi borgol tenteng.


Mereka kemudian diarahkan berjalan ke jalur evakuasi untuk diangkut memakai kendaraan. Selanjutnya, para tahanan dan warga binaan dibawa ke lapas penampungan sementara. Yakni di Lapas Wirogunan Kota Jogjakarta dan Rutan Wonosari, Gunungkidul.


Diskripsi di atas bukan merupakan peristiwa sesungguhnya. Melainkan sebuah simulasi untuk mengantisipasi bencana alam. "Ini adalah simulasi. Jika sewaktu-waktu status Merapi jadi awas dan dari rekomendasi instansi terkait disarankan agar melakukan evakuasi atau pengungsian," kata Kepala Lapas Narkotika Kelas II Pakem Jogjakarta Erwedi Supriyatno di sela simulasi bencana, Senin (28/5).


Warga binaan dan tahanan di Lapas Pakem berjumlah 302 orang. Belum lagi petugas yang ada sebanyak 130 orang. Tak mau mengambil risiko, semua nyawa harus tetap dalam kondisi nyaman saat terjadi bencana.


Sebagai langkah antisipasi, pihak Lapas telah membentuk tim darurat penanggulangan bencana. Seluruh petugas dilibatkan. Mereka ada yang berperan untuk mengawasi proses evakuasi. Kemudian ada yang bertugas menyelamatkan alat-alat vital. Baik dokumen penting maupun persenjataan yang disimpan di Lapas.


Langkah antisipasi juga sekaligus berkaca pada erupsi Merapi pada 2010 silam. Ketika itu, Lapas Narkotika Pakem juga masuk sebagai tempat untuk dikosongkan. "Dulu juga sama. Semoga sekarang masih aman-aman saja," ucapnya.


Sementara update laporan dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyebut, status Merapi masih pada level II atau Waspada. Radius 3 kilometer dari puncak harus dikosongkan dari aktivitas warga.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore