
(Kiri-kanan) Dini, Shodiq, dan Wulan menunjukkan aplikasi 1001 Majas.
JawaPos.com - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (PBSI UMM) menciptakan sebuah aplikasi yang sangat ciamik. Aplikasi tersebut dapat membantu pelajar memahami jenis-jenis majas atau gaya bahasa.
Majas biasanya menjadi salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia siswa jenjang SD hingga SMA. Karena persoalan ini, Dini Anggita Sumantri dan Wulan Ria Anggraini menciptakan aplikasi majas berbasis Android guna menunjang pembelajaran siswa. Mereka menamakan aplikasi ini dengan 1001 Majas.
"Tujuan aplikasi ini untuk membantu murid, terutama anak SD agar mereka mudah mengenali majas," kata Dini penggagas aplikasi itu, Jumat (25/5).
Dini menambahkan, ide pembuatan aplikasi ini muncul bersumber dari fenomena akrabnya anak zaman now dengan gadget atau Android dibanding buku. Untuk mewujudkan inovasi aplikasi majas tersebut, Dini dan Wulan mengajak seorang mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik UMM bernama Shodiq Imam Purnomo ke dalam tim untuk mematangkan konsep.
Menyadari bahwa ketiganya belum begitu mahir membuat dan menyempurnakan isi dalam aplikasi, mereka pun berinisiatif mencari bantuan. Untuk pembuatan aplikasi, ketiganya menggandeng mahasiswa Program Studi Teknik Informatika bernama Farih Nazihullah.
Keunikannya, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur komik. Tujuannya agar para siswa lebih mudah dalam menamai majas. Konsep isi aplikasi dan komik itu dikerjakan dengan dibantu oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Faisal Hidayat.
"Berkat kolaborasi ini, aplikasi yang direncanakan pun berhasil terwujud," paparnya.
Wulan mengurai, aplikasi yang digagasnya bersama tim memiliki tiga menu utama, yaitu materi, permainan, dan komik. Tiga menu utama tersebut sengaja dikemas ke dalam satu aplikasi guna membuat pengguna betah belajar majas.
Dalam menu permainan, terdapat tiga pilihan yaitu, Sang Jagoan, Teka-teki Silang, dan Jodoh Kata. Sedangkan dalam menu komik disediakan jenis lain yang tak kalah menarik.
"Kami juga memasukkan majas dalam cerita. Sehingga siswa lebih mudah memahami," imbuh Dini, mahasiswa asal Sangatta, Kalimantan Timur ini.
Saat ini, tim tersebut sedang menyiapkan 20 cerita untuk dimasukkan dalam aplikasi komiknya. Komik yang sudah terangkai, nantinya akan disusun dalam aplikasi.
"Aplikasi ini kami ajukan dalam PKM 2018 Bidang Karsa Cipta. Kami juga mengusahakan aplikasi ini bisa di-download di Play Store dan App Store segera," tandas Wulan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
