
STERILKAN AREA: Petugas Dishub Semarang melakukan sterilisasi area Simpang Lima Semarang dari parkir liar.
JawaPos.com - Dinas Perhubungan Kota Semarang mengkaji adanya sistem gaji sesuai besaran Upah Minimum Kota (UMK) bagi para juru parkir. Hal ini menyusul format parkir berlangganan guna penataan parkir tepi jalan umum yang masih dibahas pemkot setempat.
Kepala Dishub Kota Semarang M Khadik mengatakan sistem gaji bagi juru parkir bakal diterapkan apabila kajian parkir berlangganan terealisasi. Pasalnya, saat ini usulan penggunaan parkir meter juga masih dipertimbangkan.
“Kalau dengan pola parkir berlangganan, nanti polanya masyarakat pada saat melakukan perpanjangan STNK. Kemudian para petugas juru parkir yang ada akan digaji sesuai besaran UMK yang berlaku di Kota Semarang," kata Khadik, Kamis (24/5).
Para juru parkir nantinya tak akan lagi menerima uang dari pengguna jasa parkir atau pemilik kendaraan. Tapi dengan menggunakan alat yang nanti disiapkan hanya akan menerima pembayaran non tunai, dimana warga yang sudah berlangganan nantinya mendapatkan kode bar.
“Tugas juru parkir menata parkir di titik-titik yang menjadi tanggungjawabnya. Titiknya tidak semua tepi jalan umum menjadi tempat parkir, supaya fungsi penataannya ada. Dari titik yang sudah ditentukan dari hasil inventarisasi, akan ada rambu-rambu,” sambungnya.
Dalam format parkir berlangganan juga akan diterapkan asuransi bagi orang yang parkir. Sehingga apabila terjadi kehilangan kendaraan maka akan diganti karena diasuransikan. Namun, bila parkirnya di luar titik parkir yang sudah ditentukan, maka kehilangan menjadi tanggungjawab pemilik kendaraan.
“Ini kelebihan parkir berlangganan. Dan memang format parkir berlangganan ini kelihatannya menjadi pilihan yang mungkin akan diterapkan,” tuturnya lagi.
Sistem parkir berlangganan sendiri dinilai akan memangkas mata rantai pembayaran parkir yang selama ini sering menyebabkan kebocoran penerimaan retribusi parkir. Sehingga target pendapatan asli daerah dari sektor retribusi parkir selama ini tidak pernah tercapai bisa terpenuhi.
"Soal tarif parkir berlangganan dan bagaimana untuk kendaraan dari luar kota yang parkir di Semarang, masih dikaji," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
