
SIDAK: Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengunjungi kantor BPPTKG Jogjakarta pada, Kamis (24/5) siang guna memantau perkembangan Merapi.
JawaPos.com - Gunung Merapi mengalami erupsi sebanyak 2 kali pada Kamis (24/5) ini. Tak banyak berbeda dari hari-hari sebelumnya, letusan tersebut belum mengeluarkan lava panas.
"Gak ada lava yang keluar, dan hanya gas kok. Semoga gak ada lava yang keluar," kata Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sri Sultan Hamengku Buwono X, usai mengunjungi kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta pada, Kamis (24/5) siang.
Gas yang dikeluarkan juga, menurutnya cenderung menurun. Sebgai perbandingan letusan pada pukul 02.56 WIB berdurasi sekitar 4 menit, kemudian disusul pada pukul 10.48 WIB dengan durasi 2 menit.
Namun demikian, ia tetap mengimbau masyarakat di sekitar lereng Merapi agar menjaga kewaspadaannya. Mereka yang memilih untuk mengungsi pun akan tetap difasilitasinya.
"Tapi tetap mewaspadai apa yang akan terjadi kan kita tidak tahu. Kalau punya rasa takut biarin saja mengungsi, makanya tetap difasilitasi. Rasane wong kan bedo-bedo. Aku rapopo tapi kan mungkin nek pas wedi, mudun (rasa takut orang kan beda-beda, kalau takut ya turun)," kata raja Keraton Jogja itu.
Mitigasi bencana untuk gunung api, lanjutnya, berbeda dengan gempa bumi. Pada Merapi misalnya, selalu ada peringatan di setiap tahapannya. Yaitu status normal, waspada, siaga, kemudian awas.
Untuk itu, menghindari terjadinya korban jiwa bencana meletusnya Merapi ini sebenarnya bisa. Tinggal bagaimana memberikan informasi setiap perkembangan yang ada, dan sikap warga yang tinggal di lereng itu sendiri.
"Kalau konsisten menghindari korban sebetulnya bisa. Hanya manut ora orangnya karena kan tahapannya jelas," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, Sarwa Pramana menginstruksikan kepada tiga daerah terdampak gunung Merapi, yakni Kabupaten Boyolali, Klaten dan Magelang untuk melakukan persiapan dini erupsi Merapi.
Diantaranya yakni menentukan titik pengungsian dan juga menyiapkan kandang komunal untuk hewan ternak milik warga. Hal ini karena, nantinya jika terpaksa dilakukan, evakuasi tidak hanya dilakukan terhadap warga melainkan juga hewan ternaknya.
"Untuk masing-masing kabupaten sudah saya minta untuk mengecek kesiapannya. Seperti peralatan, kemudian selter yang akan digunakan untuk tempat evakuasi korban. Juga kandang komunal," ungkap Sarwa saat berada di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Klaten, Rabu (24/5).

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
