
Korban begal motor
JawaPos.com - Seorang siswa SMK Pancoran Mas Depok, Julian Muhammad (17), dibacok oleh dua pemuda. Ia dibacok saat sedang ingin pulang ke rumah. Alhasil, korban mengalami luka bacok di bagian tangan dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Julian menjelaskan, saat kejadian, ia bersama satu temannya sedang berada di Jalan Raya Parung Bingung, Sawangan, Depok dengan membawa sepeda motor Revo. Julian sendiri, yang membawa sepeda motor tersebut dan tak lama ia berhenti karena merasa handphonenya bergetar.
"Kejadian kira-kira pukul 12.00 WIB tadi. Saya berhenti karena merasa handphone bergerak. Pas saya check, ada miss call. Disaat melihat kedepan, sudah ada satu orang yang berdiri didepan saya sambil memegang clurit," katanya, di RS Bhakti Yudha, Depok, Rabu (23/5).
Ia menambahkan, temannya sudah terlebih dahulu melihat hal tersebut dan lari kebelakang. Julian sendiri, tetap berada di motor dan dibacok tangannya tiga kali.
"Saya lihat seragamnya pemuda itu berasal dari SMK Baskara Depok. Kedua pemuda itu naik motor matic bewarna hitam. Saat saya dibacok, satu orang yang turun, sementara satu temannya menunggu di motor," bebernya.
Siswa kelas XI ini sendiri, mengalami luka bacok di lengan kanan dan pundaknya. Ia mengaku, dibacok lengan kanannya dua kali dan satu sabetan di pundaknya.
"Setelah bacok saya, kedua pemuda itu langsung kabur. Posisi saya saat dibacok ada di depan material dan kondisi sedang sepi, tidak ada warga. Tak lama setelah dibacok, ada warga yang melihat dan langsung membawa saya ke RS," jelasnya.
Sementara itu, ibu Julian, Ukin (43), anaknya sempat dibawa terlebih dahulu ke RSIA asy Syifa Medika, Depok. Namun, dikarenakan ketidaksediaan alat yang memadai, Julian dibawa ke RS Bhakti Yudha.
"Anak saya awalnya dibawa ke RSIA asy Syifa. Tapi karena tidak ada alat yang memadai, dibawa ke RS ini. Sebelumnya di RSIA asy Syifa hanya dilakukan penanganan pertama dengan menghentikan darah di lengan kanan anak saya," beber Ukin.
Ukin juga mengungkapkan, anaknya akan dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta. Hal ini karena di RS Bhakti Yudha juga, alat medis untuk menangani lengan kanannya kurang memadai.
"Nanti Julian akan dirujuk ke RS Fatmawati. Sekarang lagi nunggu ayahnya. Anak saya dirujuk ke RS Fatmawati karena lukanya terlalu dalam dan tembus ke tulang. Dokter sini juga kurang berani untuk menangani luka anak saya," imbuhnya.
Lainnya, Ukin berharap agar pelaku yang membacok anaknya bisa ditemukan oleh pihak kepolisian. Ia tak ingin, siswa lain tertimpa kejadian seperti anaknya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
