
Beberapa wisatawan saat menikmati pagi di Ranu Regulo.
JawaPos.com - Pagi itu, kabut tebal menutupi seluruh bagian permukaan Danau Ranu Regulo, Kabupaten Lumajang. Sinar matahari yang perlahan naik, membuat kesan pancaran cahaya dari balik pohon-pohon tinggi di sekitar danau yang berlokasi di desa terakhir jalur pendakian Semeru. Yakni, Desa Ranu Pane, Lumajang.
Beberapa pengunjung yang sebelumnya berada di dalam tenda, kemudian keluar dan menuju ke tepi danau. Mereka ingin merasakan hangatnya sinar matahari pagi itu. Sebagian ada yang berdiri di dermaga kecil di dekat danau. Sebagian lagi ada yang sibuk mengabadikan pemandangan yang jarang didapatkan ketika berada di kota.
Pengunjung rata-rata datang ke Danau Ranu Regulo pada malam hari. Tujuannya agar bisa mendapat sunrise keesokan harinya. Salah satunya seperti yang dilakukan pengunjung bernama Nur Layla Ratri. Dia bersama teman-temannya baru sampai di Ranu Regulo sekitar pukul 21.00 WIB.
Mereka kemudian membangun tenda di sekitar danau yang jaraknya kurang lebih 100 meter dari bibir danau. Nur layla bersama teman-temannya memang sengaja berangkat malam agar bisa mendapat sunrise keesokan harinya. "Kalau sampai sini malam kan bisa bangun tenda dulu. Besoknya pas bangun bisa lihat sunrise," ujarnya.
Ya, Ranu Regulo memang cocok dijadikan salah satu destinasi bagi para pemburu sunrise. Apalagi jalur yang ditempuh tidak terlalu berat. Hanya perlu berjalan sekitar tiga menit dari pos Resort Ranu Pane yang berada di atasnya.
Aksesnya pun cukup mudah. Bahkan, jalan setapaknya sudah di paving beton. Sehingga mempermudah bagi wisatawan yang berjalan kaki. Ranu Regulo juga menawarkan pemandangan yang tidak kalah eksotis dibanding dua ranu lainnya. Yakni, Ranu Kumbolo dan Ranu Pane.
Biasanya, Ranu Regulo menjadi tempat singgah para pendaki yang akan mendaki ke puncah Gunung Semeru. Ketiga danau tersebut masih dalam satu kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).
Danau-danau tersebut terletak di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro. Sekitar 50 kilometer di sebelah Barat Kabupaten Lumajang. Tepat berada di lereng Gunung Bromo dan Semeru.
Pada bulan Ramadan seperti saat ini, kawasan wisata tersebut cocok untuk menghabiskan waktu berpuasa. Baik ketika sahur maupun menunggu waktu berbuka.
Namun pada bulan puasa kali ini kunjungan ke Ranu Regulo terbilang sepi. "Banyak ke Semeru. Untuk ke Regulo tidak ada kunjungan," ujar Kepala Resort TNBTS Agung Siswoyo.
Sebelum bulan puasa lalu, jumlah pendaki lumayan banyak. "Kalau sebelum puasa masih relatif banyak, sekitar 200 orang per hari. Tetapi pada bulan puasa ini di bawah 50 orang per hari," tandasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
