
Ilustrasi proyek Infrastruktur
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, terus mengebut Persiapan administrasi proyek-proyek infrastruktur yang telah mendapat jatah dana pada tahun anggaran 2018 ini. Pasalnya, ada 200 lebih proyek infrastruktur Kota Malang yang masih antre proses lelang sebelum masuk pengerjaan pembangunan fisik hingga triwulan kedua ini.
"Saat ini lelang masih proses di ULP. Untuk diupload ke sistem lelang elektronik kan harus mengantre," ujar Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso, Minggu (15/4).
Pria yang akrab disapa Sony itu mengatakan, pada triwulan pertama 2018 lalu, pihaknya telah melakukan persiapan administrasi proyek sebelum naik lelang. Misalnya pembuatan detail engineering design (DED) untuk sejumlah proyek infrastruktur.
"Kalau lelang langsung berjalan dan bisa selesai akhir April ini, perkiraan di awal Mei sudah bisa mulai pembangunan," terangnya.
Meski demikian lanjut Sony, sebagian kegiatan yang menggunakan skema penunjukan langsung (PL) sudah mulai dilakukan. Misalnya kegiatan pemeliharaan rutin, perbaikan insidentil, hingga tambal sulam jalan dan drainase. Sebab, jika menggunakan sistem PL, pengerjaan tidak perlu lelang karena nilai proyeknya kurang dari Rp 200 juta.
"Pada 2018 ini total ada 446 seluruh pekerjaan di DPUPR termasuk PL. Kalau yang lelang ada sekitar 200an proyek," paparnya.
Jumlah tersebut menurutnya mencakup seluruh bidang yang masuk dalam dinasnya. Mulai dari bidang cipta karya, bina marga, sumber daya air dan drainase, serta air minum dan air limbah. "Dari paket lelang, yang paling besar nilainya tahun ini ada pembangunan trotoar sepanjang Jalan Veteran. Pagu anggarannya hampir Rp 7 miliar," papar mantan Kepala Dinas Pertanian itu.
Menurut Sony, anggaran yang cukup besar itu untuk mengcover pembangunan mulai dari perempatan Institut Teknologi Nasional (ITN) sampai depan pertigaan Taman Makam Pahlawan. "Kami lebarkan jalan di sana, sekaligus membangun trotoar. Juga ada perbaikan saluran sekalian," jelasnya.
Nantinya, pedestrian di sepanjang jalan tersebut akan dibangun di atas saluran drainase besar. Hal itu, dilakukan untuk meminimalkan potensi genangan air saat musim penghujan. Selama ini, di kawasan Jalan Veteran memang selalu banjir saat hujan. Namun menurut Sony, saat ini sudah mulai berkurang.
"Kami berkoordinasi dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Mereka sudah membangun saluran sudetan yang bisa mengalirkan air ke Sungai Brantas," terangnya.
Selain Jalan Veteran, pihak DPUPR juga masih akan melakukan perombakan dan perbaikan di beberapa jalan lain. Misalnya, di Jalan Kahuripan, Jalan Kawi, Jalan Wiyono serta Jalan Jaksa Agung Suprapto. "Jalan-jalan tersebut juga akan dilakukan perbaikan-perbaikan. Agar masyarakat pengguna jalan semakin nyaman," tandasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
