
Video kekerasan anggota Polda Gorontalo tersebar luas di media sosial.
JawaPos.com – Aksi polisi Gorontalo kembali heboh. Kalau dulu tahun 2011, publik dibuat heboh dengan viralnya video anggota Brimob berpangkat Briptu Norman Kamaru di kanal YouTube, aksi viral yang kali ini tak patut ditiru. Sejumlah anggota Polda Gorontalo terlibat penganiayaan.
Videonya kini viral dan menyebar melalui media sosial. Ironisnya penganiayaan dilakukan sesama anggota Polda Gorontalo. Pelaku penganiayaan diduga polisi senior berpangkat Bripda masing-masing ST, AL dan WD.
Sedangkan korbannya masing-masing ialah Bripda Isnain Yusuf, Bripda Haris Musa, Bripda Agung Maloto dan Bripda Fatan Zain. Korban baru saja dikukuhkan sebagai anggota Polri awal Maret 2018, setelah melalui pendidikan di SPN Karombasan, Manado.
Dalam video berdurasi satu menit tiga belas detik itu, terlihat dengan jelas aksi para polisi senior dengan leluasa menganiaya para korban. Tamparan dan tendangan silih berganti.
Mereka terlihat merintih kesakitan, tapi tak kuasa melawan senior. Yang paling nampak adalah Bripda Isnain Yusuf, ia diminta berdiri tegap.
“Kase baku dapa ngana pe gigi, kase baku dapa ngana pe gigi,” begitu permintaan salah seorang polisi senior kepada Isnain, dikutip dari Gorontalo Post (Jawa Pos Grup), Selasa (27/3).
Sebelum melakukan penganiayaan terlebih dahulu pelaku menghadap kamera. “Oke,” katanya sambil mengancungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Sejurus kemudian ia langsung mendaratkan tempelengnya berulang kali bolak balik ke pipi Isnain. Isnain nampak begitu kesakitan. Hanya berselang seper sekian detik, tamparan yang cukup keras dilakukan sang senior, hingga Isnain nyaris terjatuh.
Dalam kondisi seperti itu, Bripda Isnain kembali bangkit dan menunjukan sikap tegap di hadapan seniornya. Bukan kasihan dengan kondisi Isnain yang nampak kesakitan, sang senior yang mengenakan kaos berkerah itu justru melayangkan tendangan, yang membuat Isnain kembali hampir terjatuh.
Belum berhenti, senior lainya meminta Isnain dan rekan-rekanya untuk sit-up, sambil terdengar suara 'siap salah' berulang kali. Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, penganiayaan ini sendiri terjadi sabtu (10/3) pekan lalu, sekira pukul 21.00 wita.
Awalnya, sekira pukul 19.00 wita, salah seorang korban Bripda Isnain Yusuf tengah mengadakan acara syukuran di rumahnya. Tak lama kemudian, korban ditelepon oleh rekannya Bripda Haris Musa.
Keduanya diundang ke rumah salah seorang seniornya sesama anggota polisi berinisial ST yang berpangkat Bripda. Sesampainya di rumah ST, ternyata bukan hanya mereka berdua yang diundang oleh sang senior, sudah ada dua rekannya sesama angkatan yakni Bripda Agung Maloto dan Bripda Fatan Zain.
Setibanya di rumah ST, keempatnya langsung diperintakan masuk ke dalam kamar. Sesampainya di dalam kamar, keempat anggota Polri baru ini, langsung dianiaya oleh tiga orang seniornya, masing-masing AL, WD dan pemilik rumah ST.
Sakit Hati Dicuekin
Merasa keberatan, Bripda Isnain langsung melaporkan peristiwa penganiayaan ini ke Bid Propam Polda Gorontalo. Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tricahyono saat dikonfirmasi, Senin (26/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya sangat menyesalkan peristiwa penganiayaan itu.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
