Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Maret 2018 | 18.37 WIB

WNI Ditangkap di Filipina Diduga Jaringan Teroris Cirebon

ILUSTRASI: WNI ada yang menjadi anggota ISIS menyebar ke berbagai belahan dunia. - Image

ILUSTRASI: WNI ada yang menjadi anggota ISIS menyebar ke berbagai belahan dunia.

JawaPos.com - Warga Negara Indonesia (WNI) terduga teroris ditangkap di Barangay Culube Sultan Kudarat, Filipina, Sabtu (10/3) lalu. Yang bersangkutan bernama Mushalah Rasim alias Abu Omar. Laki-laki berusia 32 tahun itu tercatat sebagai warga Desa Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar).


Pengamat Terorisme Mohammad Nuruzzaman mengatakan, nama Abu Omar merupakan eks narapidana pelaku peledakan bom di Mapolresta Cirebon. "Saya menduga bahwa Mushalah alias Abu Omar yang tertangkap di Filipina itu merupakan jaringan teroris di Cirebon," ujar Nuruzzaman, Sabtu (17/3).


Mushalah dikenal sebagai ahli perakit bom. Dia merupakan salah satu pelaku peledakan bom di Masjid Az-Zikra Mapolresta Cirebon pada 15 April 2011. Atas kasus tindak terorisme itu, Mushalah divonis lima tahun penjara pada 2012. Selanjutnya, Mushalah bebas pada 2017. "Ya, benar. Mushalah itu bertindak sebagai perakit bom asal Cirebon," tuturnya.


Sementara menurut informasi warga, Mushala sudah keluar dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Nusakambangan. Awal Januari lalu, Mushala menyempatkan diri berkunjung ke rumah orangtuanya di Desa Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.


"Dua bulan yang lalu, dia ke Cirebon. Saya dikasih keterangan pak RT kalau Mushalah sudah di Cirebon lagi. Tapi tidak lama kemudian, sore harinya Mushalah pamit lagi ke ibunya. Bilangnya mau berangkat ke Jombang," ujar Sali, aparat Kelurahan Desa Kenanga kepada JawaPos.com.


Dikabarkan, Mushalah memiliki istri lagi di Jombang, Jawa Timur (Jatim). Nama istrinya Umi Salamah dan mereka memiliki satu orang anak. Sementara istri sebelumnya, Fitria sudah bercerai dan sekarang tinggal di Bogor.


Saat masih muda, Mushalah pernah bekerja sebagai penganyam rotan untuk jok. Di lingkungan desa, tidak pernah terlihat tanda-tanda bawah dia seorang teroris. Tapi memang Mushalah Rasim jarang berada di rumah. "Orangnya baik. Jarang pulang ke rumah. Dulu pernah tinggal di Kenanga. Punya anak satu," ujar Sali.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore