Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Maret 2018 | 23.17 WIB

Megawati Geram, Kadernya yang Membangkang Itu Akhirnya Dipecat

Ilustrasi PDI Perjuangan. - Image

Ilustrasi PDI Perjuangan.

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat Awang Ferdian Hidayat sebagai kadernya. Pemecatan ini diungkapkan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat membuka Rakerdasus PDI Perjuangan Kaltim di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (28/2).


Dia menegaskan hal itu di hadapan ratusan kader. Pemecatan Awang Ferdian Hidayat dari PDIP lantaran hasil rapat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Hasto mengungkapkan, Megawati Soekarnoputri geram atas tindakan kadernya yang maju dalam Pilgub Kaltim melalui partai lain.


“DPP melalui rapat yang dipimpin Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri memutuskan untuk memecat Awang Ferdian sebagai kader dan keanggotaan, karena yang bersangkutan mencalonkan diri melalui partai lain,” tegasnya saat pembukaan rakerdasus, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).


Bahkan, saat Hasto menyampaikan sambutan dan menyinggung soal posisi Awang Ferdian, para peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim sontak berteriak pecat. “Pecat, pecat saja Awang Ferdian dari PDI Perjuangan. Merdeka... Merdeka...,” seru peserta yang jumlahnya lebih dari 600 orang tersebut.


Seperti diketahui, Awang Ferdian kini menjadi calon wakil gubernur Kaltim berpasangan dengan Syaharie Jaang. Mereka diusung Partai Demokrat, PPP, dan PKB. Hasto menyayangkan tindakan dari Awang Ferdian yang dinilai melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Keputusan ini pun telah dikeluarkan sebelum Rakernas di Bali.


“Setelah mempertimbangkan berbagai hal, maka keputusannya adalah dipecat. Keputusan itu keluar dua minggu lalu sebelum rakernas di Bali,” sambung Hasto.


Dengan dipecatnya putra Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dari partai berlambang banteng moncong putih ini, maka akan terjadi pergantian antar waktu (PAW) di DPR RI. Awang Ferdian merupakan anggota legislatif di parlemen pusat asal daerah pemilihan Kaltim.


“Iya, kalau PAW langsung kami persiapkan. Nanti penggantinya adalah calon legislatif yang memiliki jumlah suara terbanyak berikutnya,” tuturnya. Melihat hasil pemungutan suara pada Pemilu Legislatif 2014, maka nama Zuhdi Yahya berpeluang menggantikan Awang Ferdian.


Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emir Moeis mendukung dan menyetujui hasil keputusan DPP tersebut. Meskipun Ananda mengaku sangat dekat dengan Awang Ferdian lantaran telah bersahabat cukup lama, namun dirinya tetap tidak menoleransi hal tersebut.


“Saya menyetujui hasil keputusan dari pusat. Meskipun Bang Ferdi sahabat saya, abang saya, teman bertukar pikiran bahkan sampai sekarang saya masih menjalin komunikasi dengan beliau. Tapi, kalau di partai ‘kan ada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Beliau juga kader PDI Perjuangan dan anggota DPR RI, tapi maju sebagai calon gubernur Kaltim dari partai lain. Ya, pastinya ada sanksi,” ujarnya.


Saat disinggung mengenai pengganti Awang Ferdian di DPR RI, putri Emir Moeis, politikus senior PDI Perjuangan ini enggan membeberkan lebih detail. Dirinya akan menunggu keputusan dari DPP.


“Itu nanti dibahas, karena saat ini kita masih fokus di rakerdasus untuk mengatur strategi memenangkan pasangan Rumadi Wongso-Safaruddin yang diusung PDI Perjuangan,” tukasnya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore