Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2018 | 02.10 WIB

Pemprov Sumbar Targetkan Produksi Padi Meningkat

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra - Image

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan, produksi padi atau gabah kering giling (GKG) di tahun 2018 mencapai 2,75 juta ton.


Untuk mencapai hal itu, Pemprov Sumbar pun akan mencambah lahan sawah baru. Hal itu dilakukan, mengingat sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian utama masyarakat Sumbar.


"Target tersebut dapat tercapai melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Dengan kata lain, pengolahan lahan pertanian dalam menggunakan berbagai sarana," kata Candara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Minggu (21/1).


Dijelaskannya, intensifikasi dalam produktivitas contohnya, dimana produksi padi di sawah saat sebesar 6,1 ton, dinaikan menjadi 6,3 ton. Dengan begitu, produksi per satuan luas, per satuan waktu akan naik.


Dikatakan Candra, proses intensifikasi di Sumbar dilakukan dengan penerapan teknologi produksi. Seperti teknik tanam jajar legowo yang merupakan rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan. Sehingga, terjadi pemadatan rumpun padi dalam barisan dan memperlebar jarak antar barisan.


"Kita pakai sistem jajar legowo. Dengan sistem ini, diyakini mampu meningkatkan produksi padi mulai dari sepuluh hingga 15 persen," terangnya.


Candra mengatakan, salah satu jenis jajar legowo yang akan digunakan adalah tipe legowo 4:1. Dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu lorong atau barisan kosong dengan dua baris tanaman pinggir, dan dua baris tanaman tengah.


Nantinya, jarak barisan antara tanaman satu dan yang lain sepanjang 20 cm. Sedangkan antara tanaman pinggir sejauh 10 cm, dan 40 cm untuk barisan kosong.


"Adanya pengaturan jarak antar benih dapat memberikan ruang penyinaran yang maksimal. Pemberian pupuk lebih mudah dilakukan," ujarnya.


Selain meningkatkan produksi padi, sistem jajar legowo juga dapat mengurangi penyakit dan tingkat serangan hama. Seperti serangan hama tikus, karena posisi tengah padi dalam keadaan kosong sehingga akan mengurangi dampaknya.


"Perbaikan penggunaan pupuk juga merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Salah satunya dengan penggunaan pupuk organik, agar lahan mampu berproduksi secara terus menerus," ulasnya.


Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan dengan melaksanakan cetak sawah baru setiap tahunnya. Tahun 2018 ini, Sumbar akan mencetak sawah baru seluas 500 hektare pada tiga kabupaten.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore