
Ilustrasi ibu hamil
JawaPos.com - Rona kesedihan jelas terpancar dari wajah Siti Khotimah, 43. Warga RT 13, Jalan Pasir Panjang, Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini harus menerima kenyataan pahit bahwa janin yang berumur 4 bulan di dalam perutnya hilang tanpa diketahui penyebabnya. Padahal ia sudah dinyatakan positif hamil oleh dokter spesialis kandungan.
Ihwal adanya kejadian ini, kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group), istri dari Nurkholis,43, ini menceritakan saat itu sekitar bulan Juli 2016, ia mengantarkan putranya yang sakit berobat ke Puskesmas Madurejo. Saat itu, dia juga kebetulan mengalami nyeri dan demam, sehingga memutuskan untuk sekaligus memeriksakan kesehatannya di puskesmas tersebut.
“Saat saya memeriksakan diri ternyata saya malah dinyatakan positif hamil 2 bulan, padahal niat saya hanya mengantarkan anak berobat karena saya juga ada keluhan kesehatan sekaligus check-up,” kata Siti saat ditemui Kalteng Pos di kediamannya, kemarin (28/12).
Karena sudah dinyatakan positif hamil 2 bulan, Siti rutin melakukan kontrol ke puskesmas dua minggu sekali. Selama masa kehamilannya, Siti terhitung sudah enam kali kontrol kandungan, bahkan dokter saat itu menyatakan bahwa kondisi janin dalam kandungan Siti sehat.
Untuk memeriksa kandungannya kembali, pada Agustus 2016, dia memutuskan untuk pindah kontrol kandungan dari Puskesmas Madurejo ke Dokter Nata sekaligus melakukan USG. Hal itu dia lakukan untuk melihat perkembangan janin yang dikandungnya. Di Dokter Nata, Siti di USG dan diberikan buku kontrol. Siti sempat dua kali melaksanakan kontrol di Dokter Nata dan diberi sejumlah vitamin.
Usai rutin melakukan pemeriksaan kandungan, peristiwa aneh mulai dialaminya saat usia kandungannya 4 bulan. Atas saran Dokter Nata, Siti dirujuk ke Dokter Spesialis Kandungan Uly. Namun, saat dia melakukan USG yang pertama kali, di Dokter Uly janin masih terlihat dengan bentuk gumpalan kecil. Aneh bin ajaib selang beberapa detik janin tersebut tiba-tiba menghilang.
“Bukan hanya saya yang bingung, dokternya pun ikut bingung dan meminta saya untuk kembali melakukan tes urine, dan justru hasil tes urine saya negatif,” papar Siti sambil memperlihatkan hasil USG dan buku kontrolnya.
Atas peristiwa tersebut, Siti hanya bisa melongo dan kaget. Dia pun langsung menanyakan ke dokter kenapa hal itu bisa terjadi. Namun dokter menjawab bahwa peristiwa ini kerap terjadi dan hal itu adalah rahasia Tuhan." Padahal benar saya hamil sejak Mei hingga September 2016 saat kehamilan itu saya juga tidak menstruasi bahkan mual-mual dan lemas seperti layaknya orang hamil," tutur Siti.
Kehilangan calon buah hatinya membuat Siti syok dan meratap sedih berkepanjangan. Dia menganggap peristiwa yang dialaminya merupakan hal aneh dan di luar akal sehat manusia. Keanehan tersebut berlanjut usai dinyatakan janinnya hilang, siklus menstruasinya berjalan normal kembali, dan hingga saat ini ia tidak merasakan keluhan apa pun dari perutnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
