Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Desember 2017 | 15.09 WIB

Ini Curhat Tertulis Eddy Rumpoko Untuk Pemkot Batu dan Sang Istri

RESMI MENJABAT: Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. - Image

RESMI MENJABAT: Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

JawaPos.com - Selama dua periode Eddy Rumpoko memimpin Kota Batu. Namun, sepak terjangnya berakhir di tangan penegak hukum. Dia diringkus tim penindakan KPK pada operasi tangkap tangan (OTT) di Batu. Ternyata, Eddy terjerat kasus suap pengadaan mebel air senilai Rp 5,2 miliar


Tentu, penangkapan tersebut merupakan cerita sedih bagi sang istri, Dewanti Rumpoko. Kebimbangan terlihat di wajah Dewanti usai dilantik menjadi Wali Kota Batu tadi siang (27/12) di Gedung Grahadi. 


Dia sempat menolak berkomentar saat wartawan mencoba melontarkan pertanyaan seputar suaminya. Meski, Dewanti terlihat menebar senyum saat beberapa orang kenalan meminta berfoto bersama usai acara pelantikan.


Namun, salah seorang dari tamu yang hadir, Ustad Joko Sutrisno mengaku sudah menerima surat pemberian dari orang dekat Eddy Rumpoko. Katanya, dia memdapat surat tersebut melalui email. Dia mengaku mendapat amanah dari orang dekat Eddy untuk mencetak dan membacakan di depan publik.



Berikut isi suratnya:


Kepada yang saya cintai seluruh masyarakat Kota Batu


Saat menulis surat ini, saya sebagai pribadi yang pernah mendapat mandat dan tugas di pemerintahan Kota Batu.


Syukur Alhamdulillah tugas itu berakhir dengan baik. Selama 10 tahun saya mendapat dukungan dan ilmu dari masyarakat, baik dalam bertugas maupun bertatap muka langsung dengan masyarakat.


Masyarakat punya peran penting dalam membangun dan mengembangkan Kota Batu. Budaya silaturahmi, gotong-royong, guyub, toleransi yang menjadi cermin di masyarakat petani.


Itu adalah akar budaya bangsa yang harus dijaga dan tetap menjadi ikon masyarakat Batu.


Bersamaan dengan kemajuan Kota Wisata ini, budaya itu modal utama mensejahterakan masyarakat. Keberhasilan daerah bergantung pada kemampuan SDM masyarakatnya. 


Masyarakat berdaya saing muncul dari masyarakat petani. Daerah bisa berkembang bukan bergantung pada anggaran pemerintah.


Partisipasi masyarakat dan potensi daerah berperan penting. Investasi, wirausaha hingga sosial budaya tak boleh menggantungkan APBD.


Birokrat jangan terjebak dalam sebuah birokrasi yang menyulitkan dalam pelayanan publik.


Saat ini Kota Batu dipimpin oleh seorang ibu yang diberikan mandat untuk menjalankan pemerintahan. Saya doakan Ibu (Dewanti Rumpoko) selalu menjadi ibu bagi masyarakat Kota Batu. Seperti ibu mengasihi anak-anaknya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore