
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Wali kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias bersama Kapolres Bukitinggi AKPB Arly Jembar Jumhana meninjau lokasi kebakaran Pasar Aur Kuning, Sabtu (18/11).
JawaPos.com - Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa kebakaran Pasar Aur Kuning murni musibah. Untuk itu, dia mewanti-wanti dan meminta semua pihak untuk tidak memprovokasi pedagang.
"Belum selesai soal Pasar Atas, datang lagi kebakaran pasar Aur Kuning. Ini cobaan bagi pemerintah dan warga Bukittinggi," kata Ramlan ketika mendampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat kembali mengunjungi lokasi kebakaran Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sumbar, Sabtu (18/11).
Ramlan juga membantah tegas informasi yang di Facebook dan group WhatsApp bahwa serentetan kebakaran pasar-pasar di Bukittinggi, adalah cara untuk memuluskan jalan perusaahan sektor properti terbesar Agung Podomoro yang telah membeli tanah seluas 10 hektare di Bukittinggi. Konon, setelah pasar diamanankan akan dibangun mall di kawasan pasar di Kota Bukittinggi.
"Isu Agung Podomoro itu fitnah dan tidak benar. Itu dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dan ingin mencari keruh untuk memprovokasi warga," kata Ramlan.
"Orang jual tanah, pemerintah tidak tahu. Yang tahu itu BPN dan notaris. Sampai sekarang, belum satupun perusahaan yang mengajukan ke pemerintah ingin buat apa-apa di sana. Jangan tuduh yang tidak-tidak, berdosa kita memfitnah seperti itu," sambungnya
Ramlan mengklaim, ada orang dan kelompok-kelompok tertentu yang ingin Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittingi gagal alias tidak berhasil dalam membangun kota. Kondisi ini semakin hangat ketika deretan kebakaran berturut-turut terjadi di Bukittinggi. Mulai dari Pasar Bawah, Pasar Atas dan kini giliran Pasar Aur Kuning yang menjadi sentral grosir pakaian Sumatera.
"Isu Podomoro itu fitnah, provokasi dan itu tidak benar. Saya harap masyarakat tidak muda terpancing isu-isu provokatif. Kita orang beragama dan semua musibah ini datangnya dari Tuhan," tegasnya.
Pemkot ingin menyelamatkan dan menata kembali kondisi Aur Kuning. Banyak fasilitas umum yang dirampas untuk lokasi berjualan. Seperti jalan yang harus lebih luas untuk para pembeli justru disesaki para pedagang.
Saat kejadian kemarin, Damkar kesulitan untuk melakukan pemadaman api karena lokasi jalan masuk cukup sempit. "Saya ingin nanti jalan-jalan fasilitas umum bersih. Sehingga saat datang musibah seperti kebakaran ini, petugas bisa bergerak cepak dan tidak terhalang akses jalan," katanya.
Termasuk untuk kembali mengembalikan kepercayaan masyarakat, jika Pasar Aur Kuning ini adalah 'Tanah Abang' kedua seperti sedia kala. "Kita benahi terminal, bersihkan fasilitas umum dan meningkatkan pengawasan. Sehingga kondisi pasar dan terminal aman dari copet," bebernya.
Senada dengan itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana juga menghimbau masyarakat agar tidak termakan isu-isu provokatif. Jika ada masyarakat yang memiliki keterangan terkait isu yang beredar, diperkenankan untuk melaporkan langsung pada pihak yang berwajib.
"Kalau memang ada, laporkan langsung dan si pelapor juga harus bertanggungjawab atas ucapannya. Jangan asal ngomong. Polisi bekerja bukan berdasarkan isu katanya-katanya," terang kapolres.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022