
TETENGER: Museum Dirgantara Mandala di kompleks Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, yang merupakan gedung eks pabrik gula saat zaman Belanda.
JawaPos.com - Deru bisingnya suara pesawat yang melintas di atasnya menjadi irama. Menengadah ke atas, terlihat ban dari pesawat yang siap mendarat. Menjadi salah satu pelajaran yang didapatkan, bahwa ketika pesawat akan mendarat harus melalui beberapa proses.
Pengalaman itu didapatkan ketika baru menginjak di halaman depan saja. Museum Dirgantara Mandala berada di kompleks Pangkalan TNI AU (Lanud) Adisutjipto, Yogyakarta.
''Bagaimana pesawat take off, landing, bisa dilihat. Pesawat mengeluarkan ban, terlihat. Untuk mengimajinasi anak,'' kata Kaur Penerangan Pasukan Umum Lanud Adisutjipto Yogyakarta Mayor Sus Subiyah.
Saat masuk ke dalam gedung, pengunjung dapat melihat berbagai teknologi kedirgantaraan. Selain itu, sosok-sosok pahlawan yang dilihat melalui foto-fotonya.
''Kami ingin menanamkan jiwa kepahlawanan. Bagaimana dulu menggunakan senjata melawan penjajah, siswa sekolah sekarang perang melawan kebodohan,'' tuturnya.
Di museum yang merupakan laboratorium pendidikan anak ini, terdapat beberapa koleksi. Salah satu yang istimewa adalah Cureng buatan Jepang pada 1933.
Pesawat ini dimiliki oleh TNI AU pada 1945. Pertama kali diterbangkan oleh A. Adisutjipto pada 27 Oktober Oktober 1945 yang saat itu berpangkat Komodor Udara, dengan tanda merah putih di badan pesawat.
''Digunakan juga untuk operasi udara pengeboman, di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa,'' terang Subiyah.
Sejarah dari museum itu digagas 4 April 1969 silam di Tanah Abang, Jakarta. Seiring berjalannya waktu, kemudian 1984 pindah ke gedung bekas pabrik gula pada masa zaman Belanda. Tempat yang sampai kini dipakai. ''Gedungnya masih asli, hanya beberapa perbaikan,'' katanya.
Kepala Museum Dirgantara Mandala, Kolonel Sus Dede Nasrudin mengatakan, koleksi itu dapat dinikmati waktu hari kerja. Bahkan ketika Senin pun, ketika setiap museum libur, di Dirgantara Mandala tetap buka seperti biasa. ''Kecuali ketika Hari Bakti, setiap 29 Juli,'' katanya.
Ditambahkannya, untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, beberapa fasilitas juga disediakan. Seperti kantin, keamanan, hingga klinik kesehatan. ''Untuk menggugah generasi muda, dari semangat patriotisme dulu yang ditunjukkan oleh perintis TNI AU,'' pungkasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
