
Ilustrasi warga bersama anggota TNI bergotong royong bangun jalan dalam program TMMD
JawaPos.com - TNI bersama rakyat sepertinya bukan sekadar menjadi jargon di tengah masyarakat dengan tentara. Buktinya ketika ada program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), masyarakat begitu rela menyerahkan tanahnya yang berjumlah 6 ribu meter kepada TNI. Tanah itu diserahkan untuk dibangunkan menjadi jalan yang menghubungkan Kota Payakumbuh menuju Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumbar. Jika dikalkulasikan tanah yang disumbangkan untuk jalan itu nilainya mencapai miliaran rupiah.
Ketua DPRD Payakumbuh Yendri Bodra Datuk Parmato Alam mengungkapkan, saat program TMMD yang berlangsung dari 26 September hingga 26 Oktober 2017, TNI berhasil membuka jalan baru penghubung Payakumbuh dan Limapuluh Kota dengan panjang 1,2 kilometer dan lebar 5 meter.
"Pembukaan jalan itu dilaporkan oleh Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Heri Sumitro selaku Dansatgas TMMD ke-100 di Payakumbuh," ungkap Yendri Bodra Datuk Parmato Alam seperti yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin (30/10).
Lebih rincinya, jalan sepanjang 1,2 km itu dibuka dari Nagari (sebutan lain setingkat desa di Sumbar) Auakuniang, Payakumbuh Selatan, menuju Nagari Sikabu-kabu Tanjuangharo Padangpanjang, Kecamatan Luak, dan Nagari Situjuahgadang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota. Jalan baru tersebut dibuka TNI di atas tanah yang disumbangkan masyarakat Auakuniang, secara cuma-cuma kepada pemerintah.
Yendri Bodra Datuk Parmato Alam menyebut, jika dikalkulasikan total tanah yang disumbangkan warga Nagari Auakuniang untuk pembukaan jalan baru lewat program TMMD ke-100, mencapai 6.000 meter.
"Mencari tanah 6.000 meter di Kota Payakumbuh, tidaklah mudah. Tidak seperti di Kabupaten Limapuluh Kota atau daerah lain di Sumbar. Sebab, Payakumbuh kotanya kecil. Harga tanah di kota ini semakin hari semakin mahal," sambung Parmato Alam.
Menurutnya tanah seluas 6 ribu meter itu nilainya bisa mencapai miliar rupiah. "Tanah yang 6.000 meter untuk jalan itu, kalau harganya Rp 500 ribu per meter, berarti nilainya mencapai Rp 3 miliar. Atau kita patok rendah saja. Dikali Rp 300 ribu per meter, nilainya sudah Rp 1,8 miliar," kata Parmato Alam.
Dia menyebut, alasan warga Nagari Auakuniang mau menyumbangkan tanahnya yang bernilai miliaran rupiah itu karena kepiawaian seorang Dandim 0306/50 Kota dan kecintaan terhadap TNI.
"Saya pernah sampaikan kepada Danrem 032 Wirabraja/Sumbar Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Pak Dandim yang beliau tugaskan di sini, piawai membangun komunikasi dengan rakyat. Kemudian, rakyat juga cinta dan sangat percaya kepada TNI. Program TMMD ke-100 ini menjadi bukti betapa tingginya kepercayaan rakyat kepada TNI, sehingga rakyat sumbangkan tanah dan ikut bergotong-royong bersama TNI," kata Parmato Alam.
Hal senada disampaikan tokoh pemuda Nagari Auakuniang Rendra Trisnadi. Menurutnya, tingkat kepercayaan rakyat kepada TNI memang tinggi. Program TMMD ke-100 di Payakumbuh dan 51 daerah di lain Indonesia menjadi bukti masyarakat kepada TNI secara lembaga.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
