Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2017 | 17.28 WIB

Pengguna Medsos Berlaku Macam-macam, Siap-siap Ditindak Tim Cyber

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Masyarakat diminta bijak ketika menggunakan media sosial. Sebab, medsos memiliki dampak yang besar. Terlebih bilas sampai digunakan untuk tindakan buruk.


Hal itu diungkapkan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto.


"Media sekarang sangat dominan. Media dibagi dua mainstrem dan konfensiaonal. Media mainstrem masih mudah untuk dikontrol, tapi sekarang ada kekuatan media sosial yang jauh lebih dasyat yang sulit untuk dibendung," kata Agung, Rabu (4/10), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).


Menurut Agung, saat ini sulit untuk mendapat kebenaran informasi yang di-share di media sosial. Terlebih ke depan, masyarakat menghadapi Pilkada Serentak.


"Sedikit banyak memakai media sosial, bagi saya selama beritanya benar, itu sah-sah saja. Namun jika beritanya tidak benar maka kita punya Undang-Undang ITE," tegas dia.


Agung mengungkapkan, Polda Jabar memiliki tim Cyber yang siap melacak dan berpatroli di dalam ruang internet. Maka dari itu, Agung menghimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk hal positif.


"Manfaatkan teknologi sebaik mungkin, untuk yang bermanfaat, kita juga punya tim Cyber yang melakukan patroli Cyber di ruang internet. Nanti kalo ada deliknya dan ada tindak pidana pasti kita akan lakukan penyelidikan hingga penyidikan," kata dia.


Selanjutnya, pihaknya juga akan kembali melakukan pertemuan dengan peserta pemilu untuk mensosialisasikan terkait penggunaan media sosial secara bijak di Pilkada nanti, khususnya pada masa kampanye.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore