Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2017 | 20.31 WIB

Penjara Mirip Pasar, Sipir-Napi Bebas Jualan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - “ES teh susu, es jeruk, capuccino...” Suara pedagang jajakan minuman di ruang kunjungan Rutan Kelas I A Pakjo Palembang siang itu, pukul 14.15 WIB, terdegar begitu lantang. Tak mau kalah, tukang bakso ikut teriak-teriak menawari para keluarga pembesuk.


“Bakso, bakso! Pangsit, pangsit,” ujarnya sambil kelilingi ruang pengunjung. Ada juga yang jualan nasi, pempek, mi ayam, tekwan, dan lainnya.


Siapa sangka, rutan yang notabene-nya tempat napi dipenjara justru seperti pasar. Tapi ups, ternyata mereka bukan pedagang benaran. Tapi warga binaan pemasyarakatan alias napi yang “nyambi” jualan agar menghasilkan uang.


Mereka juga biasa disebut tamping. Pakai baju orange dan kemeja hitam. “Seperti inilah setiap hari di Rutan Pakjo Palembang, ” ujar napi Rutan Pakjo, MI memberi pengakuan sebagaimana dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (1/10).


Nah, yang jualan bukan napi saja, juga beberapa sipir. Selain di kantin, sipir bahkan keliling jual makanan ke kamar-kamar sel napi dan tahanan. Mereka tak segan menawari dan mengantar jika ada yang memesan. “Tapi harganya selangit. Nasi ayam saja Rp25ribu, rendang Rp20 ribu, bakso Rp20 ribu,” jelasnya.


Dugaan MI, mungkin motif “bisnis” ini yang buat napi cuma diberi nasi putih tanpa lauk pauk. “Di penjara ini ada katering, tapi cuma nasi putih. Kadang nasinya lembut seperti bubur,” ujarnya.


Hanya seminggu sekali atau hari Jumat mendapat nasi telur. “Mau makan enak, beli ke sipir atau minta keluarga bawakan lauk pauk,” bebernya.


Selain soal makanan, ada juga yang menggelitik. Bayangkan, bagaimana hasrat napi lama tak bertemu pasangan. Saking rindunya, beberapa pembesuk ibu-ibu yang mau jenguk suaminya atau wanita besuk pacarnya langsung menunggu di teras depan ruang kunjungan. Mereka tak sabar melihat pasangannya keluar dari blok tahanan.


Sambil menunggu, ada yang berdandan, membedaki pipinya, memakai gincu (pewarna bibir/lipstik) dan parfum. Tak ketinggalan, sejumlah napi dibesuk juga bergaya. Mereka memakai pakaian bebas, bukan pakaian tahanan. Berikut sepatu pantofel dan berparfum.


Setelah bertemu, terlihat senyum di wajah pasangan napi itu. Mereka duduk di bangku panjang ruang kunjungan sambil mengobrol. Ada yang memilih lokasi sudut. Luput dari mata petugas dan pengunjung lain. Sejumlah napi bemesraaan dengan pasangannya.


Tak ada seorang pun melarang. Sipir juga sepertinya tak terlalu peduli atau memperhatikan. “Mungkin kami (napi) bisanya seperti itu kalau ketemu istri atau pacar. Kalau seks tidak bisa di Rutan Pakjo. Sejak 2013 tidak ada bilik asmara di sini. Kalau di Lapas Serong Banyuasin saya dengar ada, tapi harus bayar,” ujarnya.


Sama halnya di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang. Ada empat tamping perempuan jualan makanan keliling menawari pembesuk. Kadang setengah memaksa. Ketika sedang asyik ngobrol dengan seorang napi, tiba-tiba tamping berompi hitam mendatangi Sumatera Ekspres menawari es sirup.


“Minum es, Mbak. Ayo Mbak beli dua ya. Oke ya Mbak, dua. Satunya cuma Rp10 ribu,” ungkapnya. Kalau tidak minuman, ada tekwan, roti, atau batagor. Koran ini sempat menolak, tapi berhubung tamping itu terus menerus menawari akhirnya beli satu. Tak hanya koran ini, tamping itu juga menawari pembesuk lain dengan cara sama.


Usai tamping tersebut, beberapa menit datang tamping lain yang jual tahu goreng. “Belilah tahunya. Satu cuma Rp3 ribu, beli saja 3 pas Rp10 ribu,” ujarnya. Koran ini lalu membeli tahu goreng itu. Menurut seorang napi ZA, tamping sengaja jualan ketimbang tidak ada kerjaan. “Di Lapas juga ada warteg. Napi bebas bisa beli apapun,” ujarnya.


Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore