Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2017 | 17.56 WIB

Heboh Aliran Sesat di Kotim, Pengikutnya Mengaku Hidup Berantakan

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Aliran sesat tengah menjadi perbincangan ramai di Samuda, Kotim, Kalteng. Pria yang diduga menyebarkan aliran sesat yakni AJG. Pengikutnya tersebar di Samuda dan sekitarnya. Puluhan di antaranya merasa resah setelah menjadi pengikut pria berjenggot itu. Mereka mengaku kehidupannya berantakan.


Seperti yang dituturkan HM yang tinggal di daerah Samuda sekaligus orang yang pernah mendengar sendiri pengajian AJG, Selasa (19/9) siang. ”Masih banyak keluarga resah dan hidupnya berantakan di daerah Jaya Karet, Samuda, akibat ajaran AJG ini. Rata-rata mereka adalah mantan muridnya (AJG) yang sudah terlanjur makan omongan si guru yang diterapkan di kehidupan mereka,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (21/9).


Beberapa waktu sebelumnya, Radar Sampit (Jawa Pos Group) juga sempat menemui seorang mantan murid AJG berinisial MT (30) yang berkunjung ke rumah mantan gurunya itu dengan maksud berdialog. Namun, karena yang bersangkutan tidak berada di rumah, maka ia pun kembali ke rumahnya di Samuda.


Waktu itu, MT menuturkan bahwa kehidupannya bersama sang istri sempat berantakan lantaran ia tidak pernah memberikan nafkah pada istrinya itu selama dua bulan lamanya, saat masih ikut pengajian AJG.


Beberapa waktu lalu, AJG sempat mengaku bahwa semua ilmu yang diajarkannya itu berasal dari pengalamannya mempelajari ilmu kanuragan dan bertapa (puasa) beberapa waktu lamanya. Ia sama sekali tidak menyinggung tentang ajaran Alquran dan hadits sebagai pedomannya.


Ia juga mengatakan bahwa dirinya merupakan keturunan dari sahabat rasul, Ali bin Abi Thalib. Dia bangga dipanggil dengan sebutan habib.


Berdasarkan data yang diperoleh media ini, ketika mengadakan pengajian, AJG selalu mengajak para santrinya untuk berdiam sejenak di pondoknya yang berada di lantai atas (lantai dua). Tujuannya, untuk melakukan ritual pembacaan sumpah dan sebagainya.


Menurut laporan, sumpah tersebut berisi sekitar 12 kalimat yang isinya mengajak semua umat untuk bersatu dengan alam dan kembali pada hakikat manusia sebagai penguasa diri sendiri.


AJG juga mengaku bahwa manusia harus memiliki semacam ilmu kanuragan. Tujuannya untuk membentengi diri sendiri dari berbagai macam bahaya. Menurutnya, ilmu kanuragan terbagi menjadi dua yaitu ilmu kanuragan manusiawi dan ilahi.


Ilmu kanuragan manusiawi, menurut AJG, adalah yang tidak bisa dikontrol. Apabila tidak berpegang teguh pada hakikat kehidupan dan dekat dengan Tuhan, orang yang memiliki ilmu kanuragan tersebut akan menjadi siluman.


Berbeda dengan kanuragan ilahi. Ilmu jenis ini, menurutnya tidak akan bisa musnah. Kekuatannya abadi. Datangnya dari Tuhan. Bahkan tidak perlu belajar apapun sudah bisa hapal dan mengetahui isi hati seseorang.


Meskipun AJG mengakui adanya Rasul Muhammad dan menganjurkan bersholawat, namun ada sisi lain yang berbeda dari sosok AJG ini. Yang jelas dirinya tidak pernah menyinggung sama sekali tentang Alquran dan hadits.


Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sumber terpercaya, sosok pria asal Banjarmasin ini kerap mengucapkan sesuatu sebelum mengobrol dengan seseorang. Dari pengamatan, bukannya sebuah kalimat dari ayat Alquran yang ia selorohkan, melainkan semacam mantra.


Mantra tersebut tidak ada yang pernah tahu apa artinya, yang jelas tidak satupun santrinya mengerti selain kebiasaan tersebut adalah kebiasaan gurunya saat menemui seseorang.


Berdasarkan hal tersebut, pendiri panti asuhan Putra Borneo dan Pondok Pesantren Nurul Aitam, Jalan HM Arsyad, KH M Yusuf Al Hudromy, mengatakan bahwa dirinya menunggu putusan dari MUI untuk mengambil langkah terkait dugaan ajaran menyimpang tersebut.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore