
Ilustrasi
JawaPos.com - Aliran sesat tengah menjadi perbincangan ramai di Samuda, Kotim, Kalteng. Pria yang diduga menyebarkan aliran sesat yakni AJG. Pengikutnya tersebar di Samuda dan sekitarnya. Puluhan di antaranya merasa resah setelah menjadi pengikut pria berjenggot itu. Mereka mengaku kehidupannya berantakan.
Seperti yang dituturkan HM yang tinggal di daerah Samuda sekaligus orang yang pernah mendengar sendiri pengajian AJG, Selasa (19/9) siang. ”Masih banyak keluarga resah dan hidupnya berantakan di daerah Jaya Karet, Samuda, akibat ajaran AJG ini. Rata-rata mereka adalah mantan muridnya (AJG) yang sudah terlanjur makan omongan si guru yang diterapkan di kehidupan mereka,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Kamis (21/9).
Beberapa waktu sebelumnya, Radar Sampit (Jawa Pos Group) juga sempat menemui seorang mantan murid AJG berinisial MT (30) yang berkunjung ke rumah mantan gurunya itu dengan maksud berdialog. Namun, karena yang bersangkutan tidak berada di rumah, maka ia pun kembali ke rumahnya di Samuda.
Waktu itu, MT menuturkan bahwa kehidupannya bersama sang istri sempat berantakan lantaran ia tidak pernah memberikan nafkah pada istrinya itu selama dua bulan lamanya, saat masih ikut pengajian AJG.
Beberapa waktu lalu, AJG sempat mengaku bahwa semua ilmu yang diajarkannya itu berasal dari pengalamannya mempelajari ilmu kanuragan dan bertapa (puasa) beberapa waktu lamanya. Ia sama sekali tidak menyinggung tentang ajaran Alquran dan hadits sebagai pedomannya.
Ia juga mengatakan bahwa dirinya merupakan keturunan dari sahabat rasul, Ali bin Abi Thalib. Dia bangga dipanggil dengan sebutan habib.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, ketika mengadakan pengajian, AJG selalu mengajak para santrinya untuk berdiam sejenak di pondoknya yang berada di lantai atas (lantai dua). Tujuannya, untuk melakukan ritual pembacaan sumpah dan sebagainya.
Menurut laporan, sumpah tersebut berisi sekitar 12 kalimat yang isinya mengajak semua umat untuk bersatu dengan alam dan kembali pada hakikat manusia sebagai penguasa diri sendiri.
AJG juga mengaku bahwa manusia harus memiliki semacam ilmu kanuragan. Tujuannya untuk membentengi diri sendiri dari berbagai macam bahaya. Menurutnya, ilmu kanuragan terbagi menjadi dua yaitu ilmu kanuragan manusiawi dan ilahi.
Ilmu kanuragan manusiawi, menurut AJG, adalah yang tidak bisa dikontrol. Apabila tidak berpegang teguh pada hakikat kehidupan dan dekat dengan Tuhan, orang yang memiliki ilmu kanuragan tersebut akan menjadi siluman.
Berbeda dengan kanuragan ilahi. Ilmu jenis ini, menurutnya tidak akan bisa musnah. Kekuatannya abadi. Datangnya dari Tuhan. Bahkan tidak perlu belajar apapun sudah bisa hapal dan mengetahui isi hati seseorang.
Meskipun AJG mengakui adanya Rasul Muhammad dan menganjurkan bersholawat, namun ada sisi lain yang berbeda dari sosok AJG ini. Yang jelas dirinya tidak pernah menyinggung sama sekali tentang Alquran dan hadits.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari sumber terpercaya, sosok pria asal Banjarmasin ini kerap mengucapkan sesuatu sebelum mengobrol dengan seseorang. Dari pengamatan, bukannya sebuah kalimat dari ayat Alquran yang ia selorohkan, melainkan semacam mantra.
Mantra tersebut tidak ada yang pernah tahu apa artinya, yang jelas tidak satupun santrinya mengerti selain kebiasaan tersebut adalah kebiasaan gurunya saat menemui seseorang.
Berdasarkan hal tersebut, pendiri panti asuhan Putra Borneo dan Pondok Pesantren Nurul Aitam, Jalan HM Arsyad, KH M Yusuf Al Hudromy, mengatakan bahwa dirinya menunggu putusan dari MUI untuk mengambil langkah terkait dugaan ajaran menyimpang tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
