
Suasana mediasi antara Ujang dengan DPRD serta Ormas di ruang rapat DPRD Kutim, Selasa (22/8) kemarin.
JawaPos.com - Kasus Kaltim Prima Coal (KPC) terus bergulir. Yang terbaru, pengacara KPC Ujang Efendi secara resmi meminta maaf atas pernyataannya yang dianggap tak laik diucapkan pada (15/8) pekan lalu di ruang rapat DPRD Kutim. Permintaan maaf dilayangkan kepada Instansi DPRD, Ketua DPRD, seluruh anggota DPRD serta organisasi kemasyarakatan yang terkait.
Tidak hanya secara lisan, akan tetapi ditegaskan dengan tulisan dan disertai materai 6 ribu. Hingga ditandatangani dengan semua saksi dari beberapa perwakilan. Mulai dari kepolisian, DPRD, KPC, Ormas serta Ujang sendiri.
"Saya dengan sangat menyesal, mengaku bersalah dan meminta maaf kepada semua. Khususnya kepada DPRD dan Ketua DPRD," ujar Ujang dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Rabu (23/8).
Dirinya sadar apa yang diucapkan sudah melampaui batas. Akan tetapi bukan karena kesengajaan, melainkan kekhilafan. Kata tersebut spontan keluar dari lisannya.
"Karena saya sadar itu salah, maka pada saat itu juga saya langsung minta maaf. Bahkan beberapa kali saya lakukan. Tidak hanya lisan saja, tetapi juga dengan tulisan. Karena saya merasa terhukum dan sangat bersalah," katanya.
Dirinya berjanji tak akan mengulang perbuatannya lagi. Ini merupakan yang pertama dan terakhir. Salah satu upaya keseriusan tersebut dibubuhkan dalam surat pernyataan.
"Saya janji enggak akan mengulang lagi. Sekali lagi saya beserta keluarga meminta maaf. Mohon kiranya dimaafkan dengan sepenuh hati," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Yulianus Palangiran yang memimpin mediasi, meminta kepada semua pihak dapat saling memaafkan. Karena hal itu merupakan jalan terbaik untuk persatuan dan persaudaraan.
"NKRI harga mati. Jadi mari di pertemuan ini mencari solusi terbaik. Bisa menyelesaikan masalah. Bukan menambah masalah," harap Yulianus mewakili Ketua DPRD Mahyunadi.
Untuk diketahui, bergulirnya bola panas ini terjadi lantaran Ujang mengucapkan kata tak pantas dalam forum DPRD pekan lalu. Ujang mengucapkan (maaf) kemaluan pria serta kotorannya dalam mediasi sengketa tanah Kelompok Tani dan KPC. Atas ucapannya membuat sebagian hadirin geram. Begitupun dengan Mahyunadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
