
Bersama Doa, Ratusan Lampion Penuhi Langit Pekalongan
JawaPos.com - Berbagai kegiatan dilakukan warga untuk memperingati HUT RI ke 72. Seperti di Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni yang menerbangkan ratusan lampion cantik.
Wartawan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group) M Hadiyan, melaporkan, ratusan lampu lampion menghiasi langit malam di Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis malam (17/8).
Pelepasan ratusan lampion itu dilakukan warga Dukuh Butuh Tokyo, Pekajangan Gang 23, sebagai puncak acara kemerihaan perayaan HUT RI ke-72.
Setidaknya ada 500 lampu lampion yang diterbangkan oleh para pemuda. Selain pelepasan ratusan lampion, sebelumnya masyarakat setempat juga memeriahkan hari kemerdekaan dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 1000 meter tanpa putus mengelilingi perkampungan setempat.
Pelepasan ratusan lampion ini sendiri dilakukan beberapa tahap dan melibatkan seluruh para pemuda setempat. Sebelum dilepaskan, para pemuda yang memegang lampion ini mendengarkan musik lagu Indonesia Raya, sembari berdoa guna kejayaan Bangsa Indonesia.
Selain berdoa, setiap pemuda sebagai generasi penurus ini, memberikan harapan yang besar di setiap lampion yang dilepaskan.
Miftah (40), pemuda Pekajangan Gang 23 mangatakan, alasan pelepasan lampion sebagai puncak perayaan kemerdekaan adalah sebagai simbol naiknya cahaya ke atas langit, dengan harapan masayrakat dapat menerangi seperti lampion di malam yang gelap.
"Alasannya kenapa lampion, yakni karena lampion ada lampunya yang naik ke atas, semoga kita bisa menerengi seperti lampion bisa menerangi. Kita pasti bisa maju," kata Miftah.
Sebelum pelepasan ratusan lampion, lanjut Miftah, warga setempat juga melakukan doa bersama atas syukur kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan.
"Sebagai ungkapan rasa syukur, kamis malam warga menggelar jajan gratis di perkampungan setempat dan hiburan pentas seni, sebagai puncak perayaan HUT RI," jelasnya.
Pelepasan ratusan lampion juga menjadi pusat perhatian masyarakat di desa/kelurahan lain untuk datang menyaksikan kegiatan tersebut. Salah satunya Rina (25), warga Ambokembang yang sengaja datang ke lokasi, untuk melihat cahaya-cahaya lampion di terbangkan di malam setelah perayaan kemerdekaan.
"Bagus mas, ratusan lampion mengisi langit malam. Saya sengaja datang untuk melihat kegiatan tersebut bersama keluarga," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
