
Ilustrasi
JawaPos.com - Terungkapkan praktik prostitusi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menguak sisi lain pergaulan para pelajar di sana.
Ya, di balik seragam putih biru yang mereka kenakan, siapa sangka bocah-bocah tersebut punya pekerjaan nakal. Yakni memuaskan nafsu para lelaki hidung belang.
Dari sekadar teman jalan, mereka tak sungkan mengakhiri kencan semalam di ranjang.
Sejumlah gadis di bawah umur dan berstatus pelajar ‘dijual’ dengan tarif Rp2-3 juta. Ini berdasarkan hasil pembongkaran praktik
prostitusi PSK cilik Bogor oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Tak tanggung-tanggung, polisi menahan sebelas remaja saat bertransaksi di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Rabu (16/8).
“Rata-rata pelajar SMP dan SMA di wilayah Bogor,” kata Kepala Subdirektorat I Ditreskrimum Polda Jawa Barat Ajun Komisaris Besar Budi
Satrio, dilansir Metropolitan.id (Jawa Pos Grup), kemarin.
Dua di antaranya TR (19) dan RM (20) siswi SMA, berperan sebagai muncikari. Sedangkan sembilan lainnya diduga menjadi pekerja seks.
Kasus prostitusi pelajar Bogor ini terbongkar saat polisi menyelidiki perkara pemalsuan kertas cukai dan meterai di wilayah Bogor
dan sejumlah daerah di Jawa Barat. “Pengungkapan ini tidak disengaja,” ujar Budi.
Salah satu di antara muncikari itu menawarkan teman sekolahnya. “Bisa dipesan untuk menemani jalan-jalan bahkan tidur.
Mereka datang ke hotel menggunakan dua mobil. Dua muncikari juga bisa dipilih untuk pemesan," kata Budi.
Kepada polisi, UL (18) pelajar SMA swasta di Kota Bogor, mengaku lebih dari empat bulan melayani kencan. “Rata-rata mereka meminta
bayaran Rp2 juta sampai Rp3 juta sekali kencan. Uang bayaran itu dipotong Rp1 juta oleh muncikari,” ungkapnya.
Saat mereka ditahan, polisi menemukan dua bungkus kondom utuh, satu bungkus kondom bekas pakai, satu kotak tisu super magic dan uang
Rp4,5 juta dalam tas milik tersangka muncikari DV.
Uang itu rencananya akan dibagikan kepada HA (17), EL (18) dan RN. “Karena sudah masuk kamar untuk melayani kencan,” kata Budi.
Budi mengatakan, kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur dan pelajar itu diduga melibatkan sindikat yang lebih besar.
Sebelas pelajar tersebut dibawa ke Polda Jawa Barat untuk pengembangan penyidikan.
“Ada dua muncikari yang sedang kami kejar,” tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
