Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Agustus 2017 | 14.05 WIB

Bendera Merah Putih Dibakar Oknum Ponpes, Puluhan Brimob Kepung Masjid

Brimob berjaga di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas’ud, usai insiden pembakaran umbul-umbul Merah Putih. - Image

Brimob berjaga di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas’ud, usai insiden pembakaran umbul-umbul Merah Putih.

JawaPos.com - Perayaan 17 Agustusan di Kabupaten Bogor diwarnai insiden pembakaran bendera Merah Putih. Di Kampung Jami, RT 02/04, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, warganya bersitegang menyusul ada bendera merah putih yang dibakar oknum petugas keamanan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Alquran Ibnu Mas’ud.


Hal itu membuat pasukan Brimob lengkap dengan senjatanya turun mengepung masjid dan ponpes, yang sempat dicurigai ikut menyebarkan paham ISIS.


Dilansir Metropolitan.Id (Jawa Pos Grup), sejak Rabu (16/8) malam, warga sudah panas dan resah melihat ulah oknum ponpes yang membakar ben­dera. Sekitar pukul 20:30 WIB, warga yang sedang berkum­pul di pangkalan ojek melihat seseorang tengah membakar umbul-umbul merah putih yang dipasang di pinggir jalan.


Sontak warga meneriaki dan menghampiri pelaku pemba­kar umbul-umbul tersebut. Sementara pelaku berusaha melarikan diri dengan masuk ke lingkungan masjid dan ponpes yang sempat diberita­kan sebagai tempat yang ikut menyebarkan paham radikal.


“Di situ warga mau coba ma­suk, cuma pagarnya ditutup sehingga warga hanya diam di luar. Ada yang sampai lempar-lempar ke dalam juga,” kata seorang warga, Dedi (35).


Beruntung, warga sempat mengamankan barang bukti berupa bendera yang dibakar dan dibawa ke polsek setem­pat. “Baru kebakar sedikit, untung sudah ketahuan. Warga juga buru-buru matiin apinya. Barang bukti sudah dibawa polsek” ujarnya. “Sebenarnya dari semalam petugas polisi, TNI sudah datang untuk mere­dam kemarahan warga, tapi akhirnya pagi tadi langsung ramai,” timpal warga lainnya.


Pantauan Metropolitan, Kamis (17/8) tepat di perayaan HUT ke-72 RI, warga kembali berbondong-bondong mendatangi ponpes. Sementara petugas Brimob juga tak kalah banyak bersiaga mengepung lokasi masjid.


Informasi yang didapat, sedikitnya ada sekitar 250 santri di ponpes tersebut. Saat suasana tegang, dalam ponpes terlihat santri muda didominasi kaum laki-laki dikumpulkan di masjid berwarna hijau itu.


Sementara santri dewasa dan beberapa pengurus berjumlah 23 orang, diamankan di Polres Bogor untuk dimintai keterangan. Mereka dibawa empat unit kendaraan milik Polres Bogor dengan waktu berbeda sejak pukul 14:00 hingga 17:00 WIB.


Atas kejadian itu, seluruh kepala desa (kades) di wilayah Tamansari ikut dikumpulkan untuk turut rembuk memediasi kasus ini.


Kades Sukaresmi M Ating akhirnya blak-blakan soal insiden pembakaran bendera tersebut. Menurutnya, sejak awal pengurus ponpes itu tidak mau area sekitar pondok dipasang bendera maupun umbul-umbul merah putih.


Sehingga, muncul insiden pembakaran ini. “Awalnya desa pada datang ke sini (ponpes, red) untuk masang bendera. Tapi mereka tidak mau, makanya warga me­masang sendiri. Sehingga terjadilah aksi pembakaran,” kata Ating.


Menurutnya, alasan pihak ponpes tidak mau mema­sang bendera lantaran tidak percaya jika Indonesia sudah merdeka. Apalagi saat ini kemerdekaan belum merata di semua wilayah dan belum lagi masih banyak pihak yang melakukan korupsi.


“Tadi diinterogasi juga ngakunya tidak mau. Sampai tiga kali jawab tidak maunya. Tapi keteran­gannya tidak jelas. Kita juga tidak mengerti, orang Indone­sia tapi tidak percaya dengan NKRI,” ujarnya.


Sementara Kades Sukajaya Wahyu mengatakan, warga setempat sudah habis kesaba­ran dengan sikap pengurus ponpes yang selama ini diang­gap meresahkan.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore