
Ilustrasi
JawaPos.com - Warga di pusat kota mungkin sedang sibuk bersolek mempercantik rumah dan gang dalam merayaan HUT-RI ke-72. Namun, pemandangan sangat kontras terlihat di di sudut barat kota, Kampung Lok Tunggul di Kelurahan Bontang Lestari.
Tak ada persiapan menggelar berbagai macam lomba 17-an pada umumnya. Pun begitu, rasa nasionalisme warga setempat tak bisa dipandang sebelah mata. Kurang mendapat perhatian dari pemerintah bukan alasan bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai nelayan rumput laut itu, melupakan jasa pahlawan kemerdekaan.
Bontang Post (Jawa Pos Group), Rabu (16/8) berkesempatan mengintip aktivitas warga setempat jelang detik-detik proklamasi. Beberapa rumah yang dominan berbahan kayu di depannya terpasang bendera merah putih. Menandakan, mereka turut merayakan hari kemerdekaan Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing. “Kami pasang ini sebagai rasa kami sebagai orang Indonesia,” ungkap Achmad Zainal Abidin (37) Ketua RT 15.
Sudah 72 tahun Indonesia merdeka, menjadi catatan sendiri bagi pria yang sehari-hari bekerja sebagai guru tersebut. 7 kali berganti presiden, 3 kali berganti Wali Kota Bontang, namun sangat sedikit perhatian yang diberikan pemerintah terhadap kampung tempatnya lahir.
Untuk akses jalan menuju Lok Tunggul, dari kota menghabiskan waktu tempuh perjalanan sekira 1 jam. Sebelum masuk, ada beberapa kampung yang harus dilewati, yakni Teluk Kadere, dan Salantuko. Akses masuk pun cukup ekstrim. Jika lewat jalur darat, siapa pun harus melewati jalan yang rusak dan bergelombang.
Jika hujan deras, alas kaki bersiap untuk dipenuhi ketebalan tanah liat. Tak sampai di situ, akses masuk dari Teluk kadere ke Lok Tunggul hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak perjalanan sekira dua kilometer.
Di era Andi Sofyan Hasdam semasa menjadi wali kota dua periode, mereka dijanji akan dibangunkan jalan. Namun hingga akhir periode janji itu tak kunjung terealisasi. Begitupula suksesinya Adi Darma, permintaan mereka untuk dibangun jalan juga pupus. Hanya janji yang tak pernah ditepati.
“Warga di sini sudah bosan dengan janji, sudah berkali-kali kami minta. Tapi enggak pernah terealisasi. Jadi kalau kami dengar kabar seperti itu lagi, ya sudah jadi angin lalu saja,” ucapnya pesimis.
Selain jalan, krisis air bersih juga menjadi persoalan krusial yang masih dihadapi 50 Kepala Keluarga di Kampung tersebut. Sejak 2016 lalu, diakuinya mantan Wali Kota Adi Darma sebelum akhir masa jabatannya, sempat membangunkan sebuah sumur bor. Namun, air dari hasil sumur tersebut hanya bisa dipakai untuk mencuci dan mandi. “Kalau untuk di minum tidak bisa, sangat kotor,” ungkapnya.
Sehingga untuk mencukupi kebutuhan air minum sehari-hari, mereka terpaksa harus membeli air galon. Untungnya, masih ada tetangga yang menjual air bersih, diperoleh setelah membeli di Kota melalui akses laut. Untuk satu galon dibanderol seharga Rp 7 ribu, naik Rp 2 ribu dari harga normal seharga Rp 5 ribu.
Masalah lain yang sedang mereka hadapi dua bulan terakhir, yakni tak teraliri listrik. Sebenarnya, Pemkot telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), namun karena disambar petir, sehingga PLTS tak lagi berfungsi. Jika menjelang malam, sebagian rumah menggunakan lilin dan pelita. “Ada juga yang pakai genset,” imbuhnya.
Sebagai bagian dari masyarakat Bontang, kampung Lok Tunggul sangat berharap perhatian dari Pemkot. “Sebenarnya, yang paling utama adalah jalan, jika akses jalan bagus semua bisa hidup.
PLN belum bisa masuk, karena kalau mau pasang tiang pakai mobil crane, sedangkan jalanannya sudah bertahun-tahun tidak kunjung diperbaiki. Kalau jalan bagus, saya yakin perekonomian masyarakat di sini pasti akan tumbuh. Nelayan tidak perlu keluar untuk pasarkan hasil tangkapannya. Mohon perhatian lebih dari Pemkot, kami juga warga Bontang,” tukasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
