Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2017 | 17.10 WIB

Buru Pembunuh Gadis 14 Tahun, Polisi Bentuk Tim Khusus

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kasus pembunuhan gadis 14 tahun di Desa Engkitan, Ketungau Tengah, Sintang, mendapat perhatian serius dari kepolisian. Sat Reskrim Polres Sintang membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut.


“Melalui tim khusus yang telah dibentuk, berupaya melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sebab, identitas dan keberadaan pelaku sudah dikantongi. Tim kita sedang mencari dan tinggal menangkap saja,” kata Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto, Rabu (2/8), sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).


Eko mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, dugaan sementara pelaku hanya satu orang. “Dugaan sementara motifnya ekonomi. Karena ada beberapa barang milik korban yang dibawa kabur oleh pelaku,” katanya.


Saat ini polisi sudah memeriksa enam sebagai saksi. Polisi terus berupaya melakukan pengungkapan dan penangkapan pelaku. “Pasti kita tangkap. Identitas dan keberadaannya sudah kita kantongi, tinggal mencari saja,” tegas Eko.


Sebelumnya, korban ditemukan tewas oleh pamannya. Saat itu korban diajak bibinya mencari udang di sungai. Korban ikut ajakan bibinya. Namun dia memisahkan diri dari bibinya saat mencari udang di sungai. Kemudian korban tidak kunjung pulang. Sejak petang sudah ditunggu kedatangannya.


Penantian tetap tidak membuahkan hasil meski sampai malam datang. Korban sama sekali tidak muncul. Para keluarga mulai panik. Khawatir timbul sesuatu hal terhadap korban, karena belum pulang sampai pagi, keluarga korban memutuskan mencari. Pencarian sejak sore.


Karena disebut mencari udang, pencarian difokuskan di sungai. Pencarian tidak membuahkan hasil. Korban tetap tidak ditemukan. Pencarian terus berlanjut hingga malam. Keluarga ingin korban bisa segera ditemukan keberadaannya. Sementara pada sorenya, paman korban sempat datang ke kediaman korban.


Keluarga korban tidak berputus asa. Pencarian terus berjalan dengan dilanjutkan pada pagi keesokan harinya. Jejak-jejak korban terus dicari. Segala tempat ditelusuri. Fokus pencarian masih tetap di sungai. Upaya keras pihak keluarga akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan di sungai. Hanya saja sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


Pihak keluarga langsung mengambil sikap. Akhirnya diputuskan melapor ke Polsek Ketungau Tengah. Mendapat laporan keluarga korban, polisi langsung mendatangi lokasi penemuan mayat gadis tersebut. Tim dari Polres Sintang juga turun ke lapangan yang dipimpin Kasat Reskrim. “Tim sudah kita turunkan untuk menyelidiki,” sambung Kapolres Sintang AKBP Sudarmin.


Kapolres masih enggan menyebutkan secara detail hasil penyelidikan sementara. Alasannya kasusnya tengah dikembangkan. Polisi disebutnya perlu mengumpulkan bukti kuat. Hasil penyelidikan akan disampaikan bila kasusnya telah terungkap. “Kami pasti sampaikan. Sekarang masih terus diselidiki,” kata Kapolres.


Dugaan sementara gadis 14 tahun itu juga menjadi korban kekerasan seksual. Namun Kapolres belum dapat menjelaskan. Polisi masih menunggu hasil visum.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore