
Ilustrasi
JawaPos.com - Aparat kepolisian berhasil mengungkap peredaran sabu yang menggunakan remaja putri sebagai kurirnya. Hanya dengan iming-iming Rp 50 ribu, kedua gadis berinisial ML (17) dan SW (16) nekat mengantarkan sabu yang dipesan oleh seorang pria bernama Umar (34), warga Jalan 21 Januari, Balikpapan Barat.
Namun belum sempat transaksi haram itu terjadi, keduanya keburu diciduk anggota Reskrim Polsek Balikpapan Timur. Keduanya ditangkap di Jalan Lumba-Lumba RT 11, Manggar Baru, saat berada di atas motor bebek dan sedang menunggu Umar yang akan membeli barang berbentuk kristal bening tersebut.
"Sebelumnya memang ada informasi dari masyarakat, dan anggota kami melihat kedua wanita ini dengan gerak gerik mencurigakan. Karena curiga di geledah dan ditemukan, satu poket sabu di tangan kanan ML, saat itu dibonceng oleh SW," terang Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko, dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group).
Setelah dikembangkan, polisi kembali menangkap Umar yang saat itu akan membeli barang tersebut seharga Rp 300 ribu. Ketiganya langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsek Balikpapan Timur.
Menggunakan anak di bawah umur untuk menjadi kurir sabu, bukan hanya kali ini saja di lakukan. Belum lama ini Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltim juga berhasil mengamankan anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar, membawa sabu seberat 190 gram dari Samarinda menuju Balikpapan.
DK (18) yang mengaku masih berstatus sebagai pelajar ini diringkus anggota dari Subdit III Ditnarkoba, di kawasan Jalan Soekarno Hatta Km 5, tepatnya di depan ruko Bumi Nirwana. Kedua tersangka yang saat itu membawa sabu di dalam tiga buku dengan cara dilubangi di bagian tengahnya tersebut, disimpan di bawah jok sepeda motor.
"Awalnya saat kami melakukan penggeledahan di lapangan hanya satu ball saja yang ditemukan anggota. Ternyata setelah sampai di kantor dan diperiksa ulang di dalam buku terdapat tiga ball lainnya dengan total berat 190 gram," papar Kasubdit III Ditreskoba Polda Kaltim AKBP Musliyadi Mustafa.
Dari pengakuan DK, sabu tersebut berasal dari seseorang berinisial FT, wanita yang tinggal di daerah Samarinda. DK bersama IS hanya diminta untuk mengantarkan ke wilayah Balikpapan dengan upah Rp 5 juta.
"Memang kebanyakan pengakuan para anak di bawah umur ini, mereka mau menjadi kurir karena tuntutan ekonomi. Dengan iming-iming sejumlah uang akhirnya mereka mau mengatarkan barang tersebut," tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
